BKP Klaim Berhasil Kendalikan Inflasi

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menyebutkan upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengendalikan inflasi pangan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu ketersediaan, distribusi, dan ketermanfaatan.
Pandu Gumilar | 28 Desember 2018 15:19 WIB
Suasana di pasar tradisional di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Ketahanan Pangan mengklaim sudah berhasil melakukan pengendalian inflasi pada tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pengeluaran bahan makanan sepanjang 2014-2018 yaitu 0,26%.

"Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran sektor pertanian dalam upaya pengendalian inflasi," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi dalam acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia, di Jakarta, Jum’at (28/12/2018).

Dia menyebutkan upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengendalikan inflasi pangan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu ketersediaan, distribusi, dan ketermanfaatan.

Aspek ketersediaan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan, menjaga luas tanam bulanan sesuai kebutuhan, serta mendekatkan pusat produksi kepada konsumen.

Dari aspek distribusi pangan, Kementan disebut berupaya menjaga pasokan dan harga pangan. Salah satu terobosan yang dilakukan tahun ini adalah mendorong kemudahan distribusi pangan dan efisiensi tata niaga serta mengembangkan e-commerce Toko Tani Indonesia (TTI).

Pengembangan e-commerce tersebut dinilai mampu memangkas rantai pasok yang panjang antara produsen dengan konsumen. Panjangnya rantai pasok disebut turut berperan membuat harga pangan menjadi mahal.

"Kehadiran TTI yang mampu memperpendek mata rantai distribusi pangan, tentunya juga berkontribusi  dalam  memengaruhi tingkat inflasi," ucap Agung.

Saat ini, sudah ada 291 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan 1.140 TTI yang terlibat dalam e-commerce TTI. Nilai penjualannya tercatat mencapai Rp8,6 miliar.

Hal lain yang diklaim telah Kementan adalah membantu proses distribusi lewat pengendalian pasokan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) secara intensif, pemantauan harga pangan harian, melaksanakan operasi pasar bila diperlukan, dan mengembangkan lumbung pangan masyarakat.

Pada aspek pemanfaatan pangan, dijalankan program untuk mengendalikan pola konsumsi masyarakat dengan menjaga ketersediaan dan kebutuhan pangan melalui pengembangan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA); mengampanyekan anti pemborosan dan food waste; dan mendorong pemanfaatan bahan baku lokal dalam industri.

Lebih lanjut, Agung menyebutkan bahwa pengendalian inflasi pangan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama berbagai pihak.

“Kementan berupaya meningkatkan produksi pangan untuk menjamin ketersediaan pangan. Selain kami, ada Bulog yang menjaga harga di tingkat produsen serta Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengendalikan harga di tingkat konsumen dan menjamin kelancaran distribusi. Pemerintah juga membentuk Satgas Pangan demi mengawasi kelancaran distribusi dan stabilisasi harga pangan,” paparnya.

Kepala Divisi Pengadaan Beras Perum Bulog Taufan Akib menerangkan pihaknya bertugas untuk menjaga kestabilan harga pangan, terutama beras.

"Stabilitas pasokan dan harga bisa terjamin karena stok tersebar dan harga terjangkau,” jelasnya.

Tag : Inflasi, kementan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top