Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Trans Jawa akan Urai Kemacetan di Jalur Pantura

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap kemacetan yang kerap terjadi pada jalur Pantura dapat menjadi lancar menyusul diresmikannya Tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (20/12/2018).
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  20:13 WIB
Kendaraan melintasi ruas jalan tol, usai peresmian pengoperasian tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Kendaraan melintasi ruas jalan tol, usai peresmian pengoperasian tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap kemacetan yang kerap terjadi pada jalur Pantura dapat menjadi lancar menyusul diresmikannya Tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (20/12/2018). 

Dalam keterengan resminya Kamis (20/12/2018), Budi menuturkan masyarakat mempunyai pilihan akses jalan menuju dari/ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
Selama ini, menurutnya, akses jalan ke Jateng dan Jatim hanya menggunakan jalan nasional yang kerap terjadi kemacetan. 
 
"Nah, dengan jalan tol ini pasti kemacetan akan turun drastis dan harapannya lalu lintas menjadi lancar," ujar Menhub Budi usai menghadiri acara Peresmian Tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Batang, Jateng pada Kamis (20/12/2018).
 
Di samping itu, Menhub mengatakan dengan adanya jalan tol ini diharapkan dapat menumbuhkan industri-industri di berbagai daerah.
 
"Sebagai contoh industri tidak mesti di Semarang, Surabaya dan Jakarta saja, tetapi beberapa titik-titik bisa ada industri terutama industri yang berbasis pada lokal sehingga ekonomi terpencar pada daerah tertentu," kata Menhub.
 
Di sisi lain, lanjut dia, fungsi lahan pada daerah yang dilalui jalan tol tersebut tidak berubah.
 
"Dengan adanya jalan tol ini tidak membuat land use (penggunaan lahan) di daerah tersebut berubah karena yang berubah hanya di titik-titik persimpangan, yg lain tetap jadi sawah, tetap dengan fungsi-fungsinya," terang Menhub.
 
Terkait tarif tol yang akan diberlakukan, pemerintah akan meninjau kembali sesuai situasi dan kondisi.
 
"Kita akan meninjau. Tapi kalau dibayangkan Jakarta sampai Surabaya 500 ribu rupiah, itu kalau orang naik mobil berempat. Jadi kalau berdasarkan itu mestinya tidak mahal. Tapi nanti kita lihat lagi bagaimana tarif ini bisa tetap mendukung situasi atau pergerakan kita," ujarnya.
 
Menhub juga berharap adanya tol ini dapat membangkitkan bisnis usaha kecil menengah (UKM) pada rest area di jalur tol tersebut.
 
Presiden Jokowi baru saja meresmikan 7 ruas tol yaitu 4 ruas tol di Jawa Timur yang terdiri Wilangan-Kertosono, Kertosono-Bandar, Porong-Gempol, dan Pasuruan-Grati yang totalnya sepanjang 59 kilometer yang diresmikan di Tol Jombang KM.671. 
 
Adapun tiga ruas tol lainnya di Jawa Tengah yang juga akan diresmikan hari ini di Kalikuto, Batang yaitu Pemalang-Batang, Batang-Semarang, dan Salatiga-Kartasura sepanjang 142 kilometer.
 
Turut hadir dalam acara peresmian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi karya sumadi tol trans jawa
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top