Penjualan Properti Synsthesis Capai 80%

Penjualan properti Synthesis Development masih berjalan dengan baik di tengah kondisi pasar properti yang sedang lesu.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 18 Desember 2018  |  18:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan properti Synthesis Development masih berjalan dengan baik di tengah kondisi pasar properti yang sedang lesu.

Managing Director Synthesis Development Julius Warouw mengatakan marketing sales perusahaan sudah mencapai 80% dari total target Rp600 miliar yang ditetapkan sebelumnya.

"Penjualan Synthesis memang sangat soft, bukan hard sale, kami sudah mencapai 80% dari gabungan 3 proyek, yang di Kemang, Samara Suites di Gatot Subroto, dan proyek di Prajawangsa," kata Julius pada Selasa (18/12/2018).

Julius mengatakan, dari ketiga proyek, Samara Suites memberikan kontribusi terbanyak dari total penjualan, yaitu sebesar 30% hingga 40%.

Saat ini, unit Samara Suites sudah hampir terjual habis, sisa sekitar 40 unit dari total 292 unit. Topping off direncanakan pada pertengahan 2019 dan serah terima akan dilakukan pada 2020.

Julius menjelaskan penjualan Samara Suites yang sangat baik dikarenakan penerapan konsep Synthesis Square sebagai bisnis hub. Terletak sangat halte TransJakarta, light rail transit (LRT), Stasiun Cawang dan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma

Selain itu, Synthesis Square juga berdekatan dengan tiga convention hall, yaitu Jakarta Convention Center (JCC), Balai Kartini, dan Smesco. Oleh karena itu, menurutnya, Samara Suites ideal dijadikan sebagai  bisnis hub.

Selanjutnya, Synthesis Development akan meluncurkan beberapa proyek tahun depan, salah satunya rumah tapak yang berada di Ciputat, Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, Synthesis juga akan mulai membangun proyek yang berlokasi di Prajawangsa, Jakarta Selatan, serta mengembangkan proyek low rise. Namun Julius belum menyebutkan secara spessifik lokasi yang akan dikembangkan low rise tersebut.

Julius mengaku tetap optimistis penjualan properti ke depan akan berjalan dengan baik. " Properti kan punya jiwa. Walaupun dibilang tidak naik, tahu-tahu nyundul seperti 2012. Kadang kita tidak mengerti dan ketika momennya keluar, tidak ada yang bisa menahan," papar Julius.

Synthesis Development menargetkan Rp900 miliar hingga Rp1 triliun marketing sales untuk ketiga proyek tersebut. Dia menambahkan jika ada tambahan proyek pada 2019 maka marketing sales bisa bertambah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pengembang properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top