Farpoint Gandeng Tokyo Tatemono Luncurkan Kondominium The Loggia

Dua perusahaan yang bergerak di sektor properti Farpoint dan Tokyo Tatemono membentuk kerja sama joint venture (JV) untuk mengembangkan proyek kondominium The Loggia dengan nilai proyek Rp1,2 triliun.
Maria Elena | 12 Desember 2018 19:19 WIB
Penandatanganan joint venture (JV) yang dilakukan oleh President Director & CEO Tokyo Tatemono Co., Ltd. Hitoshi Nomura dan Commisioner PT Farpoint Realty Honey Angkosubroto untuk pengembangan proyek kondominium The Loggia (12/12/2018). - Bisnis/Maria Elena

Bisnis.com, JAKARTA – Dua perusahaan yang bergerak di sektor properti Farpoint dan Tokyo Tatemono membentuk kerja sama joint venture (JV) untuk mengembangkan proyek kondominium The Loggia dengan nilai proyek Rp1,2 triliun.

Head of SBU Residential Farpoint Mulyadi Janto mengatakan kondominium The Loggia akan menyasar kelas menengah atas dengan lokasi yang berdekatan dengan kawasan segitiga emas, central business district (CBD) Jakarta.

"The Loggia akan mulai dipasarkan pada 2019 dan terbatas, terlebih dahulu kami tawarkan hanya 100 unit. Lokasinya pun tak jauh, hanya berjarak sekitar 5 km dari CBD Jakarta," kata Mulyadi, Selasa (12/12).

Dia menjelaskan komposisi kerja sama Farpoint dan Tokyo Tatemono adalah 55% dan 45%. Kedua perusahaan tersebut menggelontorkan dana investasi sebesar Rp1,2 triliun untuk proyek Te Loggia.

Dia mengatakan JV antara Tokyo Tatemono dan Farpoint didasarkan pada visi dan nilai yang sama dari kedua perusahaan dalam memenuhi kebutuhan target konsumen.

Executive Director Tokyo Tatemono Asia Pte. Ltd. Ryutaro Nishimura mengatakan pihaknya sangat senang dapat membangun kemitraan dengan Farpoint.

Menurut dia, Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Tokyo Tatemono. Lanjut dia, perekonomian Indonesia telah tumbuh positif dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan pencapaian gross domestic product (GDP) tertinggi di antara negara-negara Asean.

Selain itu, umur rata-rata orang Indonesia adalah 28 tahun, berbeda jauh dibandingkan dengan Jepang yaitu 43 tahun sehingga Ryutaro menilai Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

"Ekspansi yang kami lakukan juga merupakan strategi perusahaan karena pasar properti Jepang sudah melambat. Oleh karena itu, kami menyasar negara-negara Asia Tenggara untuk mengantisipasi pasar dalam 2 tahun kedepan," jelas dia.

Sebagai informasi, Tokyo Tatemono merupakan perusahaan yang sudha berkembang sejak 1896 dan saat ini merupakan developer properti tertua di Jepang. Tokyo Tatemono telah mengambangkan berbagai bisnis, mulai dari realestat, manajemen properti, perhotelan, fasilitas operasional resort, ritel, dan lainnya.

Kerja sama strategis dengan Farpoint adalah yang ke empat di Asean setelah Singapura, Myanmar, dan Thailand. 

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen, kondominium

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup