27 Tahun Lagi Indonesia Jadi Negara Maju

Bonus demografi diyakini menjadi salah satu modal bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju pada 2045 atau bertepatan dengan perayaan 100 tahun kemerdekaan RI.
Achmad Aris | 07 Desember 2018 07:35 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memaparkan materi saat acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2019 di Jakarta, Senin (26/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, NUSA DUA — Bonus demografi diyakini menjadi salah satu modal bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju pada 2045 atau bertepatan dengan perayaan 100 tahun kemerdekaan RI.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan naik kelasnya ekonomi Indonesia pada 2045 akan ditopang oleh bonus demografi, usia produktif, urbanisasi, jumlah kelas menengah, dan sektor jasa yang lebih produktif.

“Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan infrastruktur, sumber daya manusia, teknologi, perencanaan wilayah, sumber daya ekonomi dan keuangan, stabilitas makro dan politik, serta kepastian hukum,” katanya dalam acara The 8th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12/2018).

Menurutnya, selama ini kinerja ekonomi Indonesia sudah sangat kuat dan konsisten di atas 5%. “Kualitas pertumbuhan yang dihasilkan juga semakin membaik, hal ini ditunjukkan oleh turunnya kemiskinan, rasio gini, dan pengangguran,” ujarnya.

Namun demikian, dia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan antara lain gejala deindustrialisasi, ketergantungan pada komoditas, industri yang terkonsentrasi di Jawa, masalah kualitas tenaga kerja, dan kemampuan adaptasi teknologi.

Ekonom Harvard Kennedy School and Peterson Institute for International Economics Robert Z Lawrence menjelaskan, globalisasi dan perubahan teknologi akan memberikan kesempatan pertumbuhan dan standar hidup yang lebih tinggi kepada negara-negara di dunia.

Akan tetapi, jelasnya, ketidakseimbangan perdagangan global memaksa sebagian negara melakukan proteksionisme. “Bagi Indonesia, perkembangan global tersebut memperlemah prospek ekonomi khususnya dari komoditas tapi memberikan kesempatan kenaikan ekonomi melalui diversifikasi ekspor dan keterlibatan lebih kuat dalam Global Value Chain [GVC],” tuturnya.

Menurutnya, kesempatan tersebut dapat diraih oleh Indonesia melalui perbaikan dalam pendidikan dan pelatihan serta perlindungan sosial dalam ketenagakerjaan.

Tag : ekonomi indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top