Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kualitas Alat Musik Dalam Negeri Tak Kalah Cadas

Industri alat musik catatkan pertumbuhan ekspor yang positif pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Kualitas produksi dalam negeri dinilai telah dipandang masyarakat luar, namun belum disadari masyarakat di dalam negeri.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 23 November 2018  |  22:40 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan gitar listrik di pabrik alat musik Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Pekerja menyelesaikan pembuatan gitar listrik di pabrik alat musik Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Industri alat musik catatkan pertumbuhan ekspor yang positif pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Kualitas produksi dalam negeri dinilai telah dipandang masyarakat luar, namun belum disadari masyarakat di dalam negeri.

Produsen gitar asal Bali, I Wayan Tuges, menjelaskan bahwa produk dalam negeri tidak kalah kualitasnya dengan produk impor. Hal tersebut dibuktikannya dengan mengirim gitar produksinya ke Kanada.

Keterampilan Tuges dilirik oleh grup musik Walk of The Earth pada 2017 lalu. Tuges pun diminta untuk membuat alat musik Guiharpulele, gabungan lima jenis instrumen dalam satu bentuk.

Karya Tuges itu diapresiasi oleh Walk of The Earth. Tuges pun menjelaskan bahwa produksi dalam negeri memiliki daya saing di mata internasional. 

"Ini soal mindset, masih banyak musisi lokal yang bangga dengan alat musik impor, jadi apa-apa beli dari luar negeri. Padahal, produk dari dalam negeri justru dilirik bule," ujar Tuges beberapa waktu yang lalu.

Direktur Industri Kulit, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Muhdori, mengamini bahwa kualitas produksi dalam negeri memiliki daya saing yang kuat. Hal tersebut menurutnya ditunjukkan dari nilai ekspor yang terus meningkat.

Meningkatnya ekspor, menurutnya, dipengaruhi tumbuhnya industri alat musik dalam berbagai skala. Industri skala kecil, seperti milik Tuges, menurut Muhdori kerap memiliki sentuhan khusus yang diminati pasar mancanegara.

Berkembangnya industri alat musik membuat Kementerian Perindustrian menargetkan industri tersebut tumbuh 6-6,5% pada tahun depan. Muhdori menjelaskan, ekspor pun ditargetkan tumbuh hingga 7% pada tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri musik alat musik bambu
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top