2018, Volume Global Sewa Kantor Capai Level Tertinggi Sejak 2007

Konsultan Properti Jones Lang LaSalle dalam laporan global terbarunya menyebutkan bahwa volume penyewaan kantor melebihi 42 juta m2 sepanjang 2018. Kondisi ini mencerminkan aktivitas tertinggi sejak 2007.
Anitana Widya Puspa | 11 November 2018 03:29 WIB
Deretan gedung perkantoran di Jakarta pada Kamis (25/10/2018). Pertumbuhan sewa kantor di Jakarta melambat signifikan. - Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan Properti Jones Lang LaSalle dalam laporan global terbarunya menyebutkan bahwa volume penyewaan kantor melebihi 42 juta m2 sepanjang 2018. Kondisi ini mencerminkan aktivitas tertinggi sejak 2007.

Secara year to date, volume pertumbuhannya sekitar 8% lebih tinggi dibandingkan dengan 2017, meskipun aktivitas melunak selama kuartal ketiga, tren ini diharapkan terus terjadi sampai akhir tahun.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi yang melambat di pasar-pasar utama, JLL memprediksi pada 2019 dari sisi volume masih harus berjuang untuk menyamai tingkat permintaan yang terlihat pada 2017 dan 2018.

“Namun, tahun depan kami melihat pertumbuhannya akan tetap sekitar 10% di atas rata-rata 10 tahun,” ujar laporan yang diterima Bisnis pada Sabtu (10/11/2018).

Wilayah Asia Pasifik, sebut laporan itu, mencatatkan aktivitas yang paling mengesankan pada 2018, dengan volume tahunan 24% lebih tinggi dari tahun lalu dan pada akhir 2018 diperkirakan setidaknya 15% lebih tinggi dari 2017.

Pertumbuhan volume di kawasan itu didorong oleh aktivitas penyewaan yang lebih kuat di China, India, dan Filipina, dengan teknologi, sektor ruang keuangan dan fleksibel yang mendorong permintaan. Bengaluru, Delhi, dan Manila adalah kota-kota yang menonjol, sementara ketersediaan ruang yang menekan sewa terdapat di Beijing, Tokyo, Sydney, dan Melbourne.

Untuk Eropa, juga mempertahankan pertumbuhan yang stabil, dengan volume tahunan naik 5% pada 2017. Kuartal ketiga total adalah rekor tertinggi yakni pada kisaran 3,3 juta meter persegi, didorong oleh peningkatan di Eropa tengah dan timur serta dan Eropa selatan.

Adapun kurangnya pasokan mengurangi aktivitas penyewaan di Amsterdam, Berlin, dan Hamburg, sementara Paris juga melihat tingkat penyerapan yang jatuh jatuh dari tahun ke tahun.

Kinerja yang baik ditunjukkan di Barcelona, Milan, Stockholm, Madrid, dan Warsawa. Volume penyewaan setahun penuh diperkirakan mencapai 13,2 juta m2, jauh di atas rata-rata 10 tahun.

Sementara itu di AS, volume tahunan juga naik 5%, dengan operator ruang fleksibel sebagai penggerak permintaan terbesar di kuratal III/2018. Namun, penyerapan bersih terus turun karena perusahaan menghadapi tantangan untuk ekspansi. Tingkat penyerapan yang paling konsisten, adalah Denver, Phoenix, Austin, Pittsburgh, dan Orlando.

Selanjutnya, Singapura, Berlin, Madrid, Amsterdam, dan San Francisco merupakan pasar utama yang mencapai pertumbuhan sewa kantor dua digit selama 12 bulan terakhir, dengan hanya Jakarta dan Dubai yang pertumbuhannya turun (melambat) signifikan. Pertumbuhan sewa kantor global rata-rata ditetapkan moderat sekitar 2,6% pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perkantoran

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top