Perusahaan Perikanan Asal Sorong Segera Dapatkan Sertifikat MSC

PT CRAC, perusahaan perikanan tuna sirip kuning berbasis kapal pole-and-line yang berbasis di Sorong, Papua Barat mendapat rekomendasi untuk mendapatkan sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) dari badan pensijilan Conformity Assessment Body (CAB).
Juli Etha Ramaida Manalu | 06 November 2018 19:35 WIB
Ikan tuna - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA—PT CRAC, perusahaan perikanan tuna sirip kuning berbasis kapal pole-and-line yang berbasis di Sorong, Papua Barat mendapat rekomendasi untuk mendapatkan sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) dari badan pensijilan Conformity Assessment Body (CAB).

Perusahaan akan segera disertifikasi sesuai dengan standar MSC jika dalam jangka waktu 15 hari yang akan berakhir pada 16 November nanti, tidak ada pihak yang menyatakan keberatan atas pengajuan tersebut.

“Sertifikasi perikanan tuna pole-and-line di Sorong dapat membuka jalan bagi perikanan Indonesia lainnya yang sedang berusaha mencapai sertifikasi MSC. Pengumuman ini menghadirkan peluang besar bagi semua pemangku kepentingan dari pemerintah, industri maupun mitra LSM untuk terus bekerja secara kolaboratif demi meningkatkan keberlanjutan perikanan skala kecil yang penting ini.” Kata Kasubdit SDI ZEEI dan Laut Lepas Kementerian Kelautan dan Perikanan Trian Yunanda menaggapi kabar ini seperti dikutip dari keterangan pers, Selasa (6/11/2018).

Sementara itu, dalam surat dukungan terkait sertifikasi MSC untuk perikanan cakalang dan tuna sirip kuning, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Yuliadi mengatakan KKP akan sepenuhnya mendukung tindakan yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Klien (Client Action Plan) untuk perikanan tuna sirip kuning berbasis kapal pole-and-line di Sorong baik dalam mempromosikan Harvest Strategy atau Harvest Control Rules di Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) demi tujuan yang lebih kompatibel, strategis juga untuk pengendalian penangkapan ikan yang lebih baik di perairan kepulauan Indonesia.

KKP lebih lanjut menegaskan niatnya untuk meneruskan semua tindakan yang diidentifikasi dalam Rencana Aksi Klien tersebut agar lebih berkelanjutan.

Adapun International Pole & Line Foundation (IPNLF) percaya bahwa jika PT CRAC mampu mendapat sertifikasi MSC, hal ini akan menjadi dorongan besar bagi rantai pasokan one-by-one tuna di Indonesia dan dukungan untuk mewujudkan lebih banyak perusahaan yang bersertifikat MSC di Indonesia juga akan meningkat pesat.

Managing Director dari IPNLF Martin Purves memuji upaya para nelayan tuna pole-and-line di Sorong, anggota rantai pasok dari PT CRAC, dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mengikutsertakan PT CRAC dalam penilaian penuh MSC.

 “Kami semua senang bahwa usaha kita sudah hampir mencapai garis akhir dan sertifikasi MSC sebentar lagi akan berada dalam genggaman kita. Bersama dengan KKP, harapan utama IPNLF adalah sertifikasi pertama ini dapat membuka jalan bagi sejumlah usaha perikanan lain di Indonesia dan tentu saja, negara-negara lain di kawasan ini untuk mendapatkan sertifikasi MSC,” katanya.

Pada 2016, PT CRAC telah menangkap dan memproses sebanyak 2.647 ton cakalang dan 543 ton tuna sirip kuning. Saat ini, perusahaan juga mengekspor produk pole-and-line ke pasar di Singapura, Malaysia dan Eropa.

Selain PT CRAC, enam perusahaan perikanan one-by-one Indonesia lainnya juga diharapkan akan menjalani penilaian MSC pada akhir tahun depan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top