Ini Penjelasan Danlanud Atas Pembatalan Pendaratan Wings Air di Sabang

Pembatalan pendaratan pesawat Wings Air Jenis ATR 72-500 di Bandar Udara Internasional Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh pada minggu karena maskapai tersebut dinilai tidak menyesuaikan waktu yang disepakati.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 November 2018  |  12:50 WIB
Ini Penjelasan Danlanud Atas Pembatalan Pendaratan Wings Air di Sabang
Wings Air ATR 72-600 PK-WGS di Kualanamu Medan International Airport - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— Pembatalan pendaratan pesawat Wings Air Jenis ATR 72-500 di Bandar Udara Internasional Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh pada minggu karena maskapai tersebut dinilai tidak menyesuaikan waktu yang disepakati.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Maimun Saleh, Sabang, Letkol Yudha Irawan, mengatakan penerbangan maskapai Wings Air tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama baik waktu kedatangan (arrival) maupun waktu keberangkatan (departure).

"Penerbangan Wings Air di Bandara Maimun Saleh, Sabang, tidak memenuhi waktu kedatangan maupun waktu keberangkatan (slot time) yang diajukan oleh Manajemen Wings Air sendiri," kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Maimun Saleh, Sabang, Letkol Yudha Irawan di Sabang, Aceh, Senin (5/11/2018).

Insiden kemarin itu, lanjutnya, murni kesalahan Manajemen Wings Air dan pihaknya juga sudah mengingatkan maskapai tersebut jauh-jauh hari.

Pihaknya mendukung penuh operasional Wings Air dari Bandara Internasional Kualanamu Sumatra Utara dengan tujuan Bandara Internasional Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh.

"Saya ingin berbuat yang terbaik untuk warga Sabang dan keputusan kemarin saya ambil untuk keselamatan penumpang semata," ujar Danlanud Sabang.

Sebelumnya, Manager Wings Air Bandara Udara Maimun Saleh, Sabang, Djoni Zulfan menjelaskan, pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 nomor penerbangan IW1214 batal mendarat karena tidak memperoleh izin penambahan jam operasional.

Dia menyampaikan Wings Air lepas landas dari Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara tepat pada pukul 12:59 WIB dengan tujuan Bandara Internasional Maimun Saleh, Sabang.

"Sekitar 40 menit setelah lepas landas, Wings Air terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu karena pihak Pangkalan Udara Militer, Maimun Saleh, Sabang tidak mau menandatangani surat penambahan jam operasional sekitar 20 menit," sebut Djoni.

Akibatnya pesawat yang membawa 22 penumpang terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu karena tidak mendapat izin penambahan jam operasional.

Maskapai Lion Air Group melalui anak perusahaan Wings Air melayani penerbangan dari Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara-Sabang dan sebaliknya dalam sepekan sebanyak tiga kali yakni, Selasa, Kamis dan Minggu.

Bandara Udara Internasional Maimun Saleh, Sabang merupakan fasilitas militer dengan panjang landasan 1.844 meter dan lebar 30 meter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air, wings air

Sumber : Antara

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top