Satgas Pangan Kawal Distribusi Jagung dan Telur Ayam

Satgas Pangan Kepolisian Republik Indonesia akan mengawal pendistribusian jagung dan telur dari sisi hulu sampai hilir supaya tidak ada oknum nakal yang memainkan harga jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Pandu Gumilar | 01 November 2018 16:54 WIB
Pekerja mengambil telur di kandang ayam di Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (25/9). - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA — Satgas Pangan Kepolisian Republik Indonesia akan mengawal pendistribusian jagung dan telur dari sisi hulu sampai hilir supaya tidak ada oknum nakal yang memainkan harga jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Ketua Satgas Pangan Irjen Pol.  Setyo Wasisto akan menurunkan Timnya untuk memantau distribusi jagung maupun telur. Tim Satgas Pangan Polri, lanjutnya, berkewajiban untuk memastikan lancarnya distribusi bahan pangan dan terciptanya perdagangan yang adil mulai dari tingkat peternak, pedagang hingga konsumen.

“Saya menghimbau supaya tidak ada pihak yang coba bermain-main dalam distribusi jagung dan telur, karena ini menyangkut kebutuhan pangan masyarakat banyak,"tegas Setyo Wasisto, Rabu (1/11).

Dia memperingatkan agar para trader telur dan jagung untuk menjaga kestabilan harga agar tercipta iklim usaha perunggasan yang baik dan berdaya saing.  Sehingga memberikan keuntungan bagi para peternak dan juga memberikan keuntungan pagi para petani jagung.

Sementara itu, peternak harus menghadapi dua masalah sekaligus yakni harga telur yang cenderung  turun dan harga bahan baku pakan yaitu jagung yang tinggi

Peternak mandiri umumnya belum mempunyai manajemen stok (ketersediaan) pakan yang baik untuk mendukung keberlangsungan usahanya. Pakan menduduki porsi tertinggi dalam usaha peternakan ayam petelur yakni 71% dari biaya produksi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengharapakan dimasa datang Bulog dapat terlibat dalam bisnis jagung agar dapat membantu suplai kebutuhan jagung  para peternak rakyat.

“Pada intinya, pemerintah ingin Peternak, mendapat  untung dan Masyarakat juga sebagai konsumen dapat tersenyum karena kebutuhan protein hewani yang berasal dari telur terpenuhi,” pungkasnya.

Tim Kementerian Pertanian juga sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Blitar dan  disepakati langkah-langkah untyuk mengatasi permasalahan jagung dan rendahnya harga telur.

Pertama, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah siap mensuplai jagung ke Blitar. Kedua, Kabupaten Blitar disarankan untuk meneruskan dan meningkatkan skala atau volume telur ke DKI melalui Koperasi Putra Blitar.

Ketiga, Probolinggo dan Tasikmalaya diminta untuk mensuplai telur. Keempat, Peternak diharapkan dapat mensuplai telur ke Kalimantan Selatan melalui Bulog Divisi Kalimantan Selatan, dimana harga telur di wilayah tersebut saat ini sangat tinggi.

Kelima, Pemerintah Kabupaten Blitar saat ini sudah menggandeng investor untuk membeli telur, dan menjaga keberlangsungan kerjasama bisnis para investor mensuplai jagung kepada peternak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telur, jagung

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top