2 BUMN Ini Berbagi Proyek Bendungan Total Rp1,82 Triliun

PT Wijaya Karya Tbk. dan PT Waskita Karya Tbk. Menjadi pemenang lelang lelang konstruksi proyek bendungan di Jawa Tengah dengan total nilai harga penawaran yang diajukan mencapai Rp1,82 triliun.
Irene Agustine | 30 Oktober 2018 07:46 WIB
Ilustrasi: Bendungan Kuningan dibangun dengan anggaran konstruksi sebesar Rp 464 miliar akan memiliki daya tampung sebesar 25 juta m3, yang dikunjungi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono - Istimewa ,\\"

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya Tbk. dan PT Waskita Karya Tbk. Menjadi pemenang lelang lelang konstruksi proyek bendungan di Jawa Tengah dengan total nilai harga penawaran yang diajukan mencapai Rp1,82 triliun.

Berdasarkan laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) memenangi lelang proyek Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan harga penawaran Rp858,79 miliar atau di bawah harga perkiraan sendiri (HPS) proyek senilai Rp885,70 miliar.

Dalam proyek itu, WIKA menyisihkan dua kompetitor yang sebelumnya lulus dalam tahapan prakualifikasi, yakni PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Secara total, sebanyak 172 peserta berpartisipasi dalam lelang proyek ini.

"Iya betul, kami memenangi lelang proyek Bendungan Randugunting," kata Direktur Operasi I WIKA Agung Budi Waskito kepada Bisnis.com, Senin (29/10/2018).

Sementara itu, PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) memenangi lelang pembangunan proyek Bendungan Jlantah di Kabupaten Karangayar, Jawa Tengah dengan harga penawaran Rp965,20 miliar, terkoreksi dari HPS senilai Rp996,33 miliar.

WSKT berhasil menyisihkan dua BUMN yang juga lulus prakualifikasi proyek tersebut, yakni Brantas Abipraya dan WIKA. Total partisipan dalam lelang proyek ini mencapai 80 peserta.

Bendungan Randugunting rencananya memiliki kapasitas sebesar 10,40 juta meter kubik dan diharapkan dapat mengairi lahan seluas 1.990 hektare, serta menyediakan pasokan air baku sebesar 0,13 meter kubik per detik.

Sementara itu, Bendungan Jlantah akan memiliki kapasitas 8,3 juta meter kubik. Bendungan ini nantinya memiliki manfaat peningkatan intensitas tanam irigasi yang sudah ada seluas 805 hektare, irigasi baru 688 hektare, air baku 150 liter per detik, dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro 625 kilowatt.

Tag : sumber daya air, bendungan
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top