Pemicu Macet, Pemprov DKI Jakarta Evaluasi Buffer Pelabuhan Tanjung Priok

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi perizinan untuk menata ulang peruntukkan fasilitas tempat penimbunan sementara atau lahan buffer, pergudangan maupun depo kontainer di luar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Akhmad Mabrori | 28 Oktober 2018 04:59 WIB
Truk pengangkut peti kemas melintasi kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta, Kamis (3/8). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi perizinan untuk menata ulang peruntukkan fasilitas tempat penimbunan sementara (TPS) atau lahan buffer, pergudangan maupun depo kontainer di luar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengemukakan aktivitas lahan di sepanjang jalan Yos Sudarso Jakarta Utara yang dipergunakan untuk kegiatan pergudangan, depo maupun buffer lini 2 wilayah pabean Priok dinilai sebagai salah satu pemicu kemacetan di wilayah itu.

"Berdasarkan kajian dan masukan masyarakat yang kami terima, aktivitas kontainer di sepanjang Yos Sudarso Priok menjadi salah satu penyebab kemacetan," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (27/10/2018).

Menurutnya, keluar masuk truk pengangkut peti kemas di lokasi tersebut telah membuat delay traffic karena memiliki lebar jalan 7 meter dan 2 lajur jalan tersebut.

Dia melanjutkan perizinan yang ada di Dinas Perhubungan zonasi kawasan di area Yos Sudarso tidak memungkinkan untuk menjadi lokasi aktivitas kontainer.

Saat ini, Pemprov DKI sedang melakukan kajian yang komprehensif terkait hal tersebut karena juga mempertimbangkan keberadaan fasilitas depo atau TPS buffer lini 2 Priok itu juga sebagai penggerak ekonomi dan lapangan kerja.

"Pertimbangan pasti disesuaikan dengan kebutuhan tersebut dan diakomodir dalam rencana penataan. Tapi izin yang ada itu berakhir di 2019. Ini sekaligus jadi momentum dan kini Pemprov sedang kaji intensif," ucapnya.

Sekretaris Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan fasilitas buffer TPS lini 2 pelabuhan Priok masih dibutuhkan untuk menghindari terjadinya ancaman stagnasi di dalam pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Untuk itu,ALFI mengusulkan adanya perluasan wilayah pabean Pelabuhan Tanjung Priok untuk fasilitas penyangga atau buffer tempat TPS peti kemas yang masih dalam pengawasan Bea Cukai tersebut.

Menurutnya, penambahan perluasan wilayah pabean Priok dapat dilakukan ke arah barat (Jalan Martadinata) maupun ke arah timur (Cakung Cilincing dan Marunda) dengan mempertimbangkan kesiapan jumlah SDM Bea dan Cukai Tanjung Priok saat ini.

"Perluasan wilayah Pabean Priok itu bisa mengakomodir perpindahan fasilitas depo, pergudangan maupun TPS buffer jika terkena dampak penataan di sepanjang jalan Yos Sudarso Priok. Kalau wilayahnya luas, bisa saja jumlah TPS buffer nya ditambah," ujar Adil.

Tag : tanjung priok
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top