PUPR: Infrastruktur Telah Dibangun Masif & Merata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan infrastruktur yang merupakan salah satu program prioritas selama 2015 – 2019 telah dibangun secara masif dan merata.
M. Syahran W. Lubis | 24 Oktober 2018 22:39 WIB
Jalan Trans Papua ruas Oransbari Ransiki - Istimewa/Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan infrastruktur yang merupakan salah satu program prioritas selama 2015 – 2019 telah dibangun secara masif dan merata di berbagai daerah hingga ke pelosok.

“Infrastruktur menjadi pondasi untuk meningkatkan daya saing bangsa di tengah persaingan global,” demikian pernyataan Kementerian PUPR melalui siaran pers yang diterima Bisnis pada Rabu (24/10/2018).

Sejak 2015 pemerintah mengalihkan belanja subsidi menjadi belanja produktif yakni pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Anggaran infrastruktur terus meningkat dari Rp155 triliun pada 2014 menjadi sekitar Rp410 triliun pada 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berbicara pada Jumpa Pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. - Istimewa

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia serta peningkatan daya saing nasional.

Berdasarkan data World Economic Forum (WEF) tahun 2018, Indeks Daya Saing Global Indonesia berada pada peringkat 45 atau naik dua peringkat dibandingkan dengan posisi pada 2017 di peringkat 47 dari 140 negara.

“Kebutuhan masyarakat akan ketersediaan infrastruktur masih sangat besar. Pemerintah menargetkan daya saing Indonesia bisa berada pada peringkat ke-40. Pada tahun 2019, fokus Pemerintah pada pengembangan SDM Indonesia, dengan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur,” ungkap Basuki dalam Jumpa Pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang turut dihadiri sejumlah menteri di Jakarta pada Selasa (23/10/2018).

Pembangunan berbagai infrastruktur oleh Kementerian PUPR untuk mewujudkan kemandirian infrastruktur. Di bidang jalan, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah berhasil menyelesaikan pembangunan jalan nasional sepanjang 3.432 km termasuk jalan di perbatasan Papua, Kalimantan, dan NTT.

Kemudian telah dibangun jalan tol baru sepanjang 941 km dengan target akhir 2019 mencapai 1.852 km. Selain membangun jembatan bentang panjang, Kementerian PUPR juga membangun jembatan gantung yang menghubungkan antardesa.

                                       Berbagai proyek infrastruktur yang telah direalisasikan. - Foto-foto: Kementerian PUPR

Dalam mendukung ketahanan air dan pangan, target pembangunan 65 bendungan, pada 2018 delapan bendungan telah rampung yakni Bendungan Paya Seunara dan Rajui di Aceh, Jatigede di Jabar, Bajulmati dan Nipah di Jatim, Titab di Bali, Teritip di Balikpapan, serta Raknamo dan Tanju di NTB. Bendungan lainnya selesai bertahap hingga 2023.

Pembangunan 65 bendungan akan menambah layanan irigasi waduk sebanyak 160.000 hektare, kapasitas tampung 2,11 miliar m3, tersedia air baku sebanyak 3,02 m3/detik dan menghasilkan potensi energi sebesar 145 MW.

“Terdapat lima aspek penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yakni benih, pupuk, tanah, penyuluhan, dan air. Apapun yang dilakukan dalam pertanian tanpa air tidak akan terwujud. Karena itu kita bangun bendungan, embung dan jaringan irigasi,” kata Basuki.

Tercatat sejak 2015 hingga 2018 Kementerian PUPR telah membangun jaringan irigasi baru seluas 860.015 hektare dan merehabilitasi 2.319.693 heltare. Sementara embung yang selesai dibangun 949 embung dari target 1.088 embung hingga 2019 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tag : infrastruktur, Kementerian PUPR
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top