Hitung Produksi Beras Supaya Akurat, BPPT Kembangkan Teknologi KSA

Bisnis.com, JAKARTA - Guna mendapatkan hasil penghitungan produksi beras yang lebih akurat dan terpercaya di Tanah Air, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan telah mengembangkan teknologi yang bernama Kerangka Sampel Area (KSA).
Puput Ady Sukarno | 23 Oktober 2018 14:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Guna mendapatkan hasil penghitungan produksi beras yang lebih akurat dan terpercaya di Tanah Air, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan telah mengembangkan teknologi yang bernama Kerangka Sampel Area (KSA).

Sekretaris Utama BPPT Wimpie AN Aspar menjelaskan bahwa dengan metode KSA dapat memberikan data produktivitas pertanian yang sangat akurat dengan pengambilan data yang sesuai dengan titik koordinat langsung.

“KSA bukan metode remote sensing tetapi adalah data-data yang diperoleh dari citra satelit, data dari pemetaan radar kemudian dilakukan ground check kelapangan sehingga kita mengetahui data koordinat yang ada dilokasi tersebut dan langsung di foto, kemudian akan dimasukan kedalam sistem Android,” terangnya, seperti keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, metode KSA ini sudah diakui Perkumpulan Ahli Statistik Indonesia dan sudah dimanfaatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Tahun lalu, lanjut dia, seluruh pulau Jawa sudah dilakukan pengambilan data melalui metode KSA, dan ditahun ini akan diupayakan untuk luar Pulau Jawa.

“Semoga dengan diterapkannya metode KSA ini semua dapat menjadi satu data yang valid dan akurat untuk dapat digunakan di mana-mana, baik untuk pengukuran dan produksi lahan baku,” jelasnya.

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa teknologi pengukuran luas panen padi ini merupakan kerja sama BPPT dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Inovasi KSA ini merupakan bukti bahwa teknologi berperan penting dalam menunjang akurasi data statistik, yakni untuk mengetahui produksi padi nasional, yang selanjutnya dikonversi menjadi produksi gabah kering giling [GKG] dan beras," jelasnya.

Hammam menuturkan bahwa penerapan teknologi KSA ini berbeda dengan metode yang selama ini digunakan. KSA bukan hanya citra satelit saja, tetapi juga menggunakan mobile apps berbasis Android yang mengunci kordinat lahan sawah, sehingga lebih akurat lagi.

"Metode KSA ini digunakan untuk mengukur luasan panen padi mulai dari persiapan lahan, fase vegetatif awal hingga panen, sehingga data produksi padi dapat diperoleh secara akurat. BPPT bekerja sama dengan BPS, sudah menguji teknologi ini secara nasional," terangnya.

Adapun, BPPT bersama BPS, BPN, LAPAN, BIG serta lembaga terkait lainnya juga telah mengikuti rapat khusus tentang Perbaikan Metodologi Perhitungan Produksi Beras di kantor Wakil Presiden RI, Senin (22/10/2018).

Pada rapat tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, H.M Jusuf Kalla mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan kelanjutan pembahasan sebelumnya, guna penyempurnaan metodologi perhitungan produksi beras.

“Rapat internal ini adalah rapat lintas Kementerian dan Lembaga yang bertujuan guna menyusun kerangka sampel dan sistem pelaporan yang digunakan dalam pengumpulan data statistik pertanian yang berbasis teknologi serta perbaikan metodologi pengumpulan data statistik pertanian,” ujarnya.

Tag : produksi beras
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top