Apartemen Mewah Ini Akui Tak Terdampak Pelemahan Rupiah

Proyek apartemen mewah The Residences at The St Regis Jakarta, garapan Rajawali Property Group, mengklaim tidak terpengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah yang dalam beberapa bulan terakhir melemah.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 Oktober 2018  |  19:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Proyek apartemen mewah The Residences at The St Regis Jakarta, garapan Rajawali Property Group, mengklaim tidak terpengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah yang dalam beberapa bulan terakhir melemah.

Head of Sales and Marketing Rajawali Properti Group Swanny Renata Hendrarta mengatakan meski apartemen dengan segmen mewah dinilai yang paling terkena dampak pelemahan rupiah, ia mengklaim hal tersebut tidak mempengaruhi secara signifikan penjualan apartemen The Residences at The St Regis Jakarta.

"Karena memang pembeli kami secara finansial kuat, dan bahkan ada yang telah memiliki properti asing, sehingga penjualan kami yang sudah segmented ini tidak berpengaruh," ujar Swanny di Jakarta, belum lama ini.

Bahkan satu dari dua unit griya trawang yang dibanderol harga Rp164 miliar telah laku dijual.

Swanny juga mengatakan pelemahan rupiah juga tidak mempengaruhi progres pembangunan proyek meski menggunakan komponen produk impor karena harga pemesanan barang telah dikunci dan dipatok sebelum nilai tukar rupiah tertekan.

Apartemen mewah The Residences at The St Regis Jakarta berlokasi di Jalan Rasuna Said Jakarta yang dibangun di kawasan proyek superblok Rajawali Place seluas 2,3 hektare. Superblok tersebut akan terdiri atas hotel St. Regis dan perkantoran 29 lantai.

Superblok tersebut memiliki nilai investasi sebesar 350 juta usd dengan rincian 74% berasal dari pinjaman bank dan sebesar 26% berasal dari ekuitas perusahaan.

The Residences at The St. Regis Jakarta terdiri atas 3 tipe, Sky Residence sebanyak 137 unit dengan luas 357 meter persegi hingga 373 meter persegi, Sky Villa sebanyak 25 unit dengan luas 730 meter persegi, dan Sky Palace sebanyak dua unit dengan luas 1.251 meter persegi.

Swanny mengatakan apartemen tersebut dibanderol harga mulai dari Rp34 miliar hingga Rp164 miliar yang telah terjual sebanyak 40% dari total unit sebanyak sejak resmi diluncurkan pada 2017.

Selain itu, apartemen mewah tersebut direncanakan akan diserahterimakan pada kuartal empat 2020.

Sementara itu, Swanny mengatakan salah satu syarat untuk mendapatkan IMB, perusahaan harus mengelola waduk setiabudi yang terletak berdekatan dengan lokasi proyek yang juga dilakukan sebagai proyek CSR.

"Jadi kami ganti pompa untuk mengelola bau dan memperkuat tanggul dengan pondasi tambahan untuk mengantisipasi banjir, dan itu keharusan supaya kami mendapatkan izin membangun," ujar Swanny.

Walaupun demikian, Swanny mengaku hal tersebut belum dilakukan dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen mewah

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top