Tarif Angkutan Laut ke Timur Mahal, Menhub Kaji Surabaya jadi Pusat Logistik

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah mengkaji Surabaya sebagai pusat logistik untuk Indonesia bagian timur.
Hendra Wibawa | 21 Oktober 2018 05:54 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kiri) di dampingi oleh Ketua Umum GINSI Anthon Sihombing (dari kiri), Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, dan Kasubdit Impor Dirjen Bea & Cukai Djanurindro Wibowo dalam acara Forum Logistik bertajuk Dwelling Time, di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah mengkaji Surabaya sebagai pusat logistik untuk Indonesia bagian timur.

Dengan kebijakan itu, Menhub menginginkan tarif angkutan laut logistik bisa lebih rendah terutama untuk ke wilayah timur seperti Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara.

"Jawa Timur ini menjadi hak bagian timur Indonesia, karena hampir bisa dipastikan kota-kota di seluruh Indonesia bagian timur bahkan sampai bagian tengah seperti Kalimantan itu barang logistiknya dari Surabaya," katanya dalam siaran pers, Sabtu (20/10/2018).

Menurutnya, Kemenhub maish mengkaji pola pengangkutan kapal ke Indonesia timur dari Surabaya termasuk juga pola Pelabuhan Tanjung Perak agar lebih efisien.

Selain itu, Budi Karya juga akan mengkaji ada angkutan feri Surabaya ke Jakarta. Untuk Jakarta, Menhub akan mencoba untuk mengaktifkan Kapal Roro, menurutnya kapal tersebut bisa lebih kompetitif. 

"Kalau ke Jakarta kita ingin sekali ro-ro itu diaktifkan, Roro itu bisa kompetitif tadi ada beberapa saran terkait hal tersebut. Tentunya kita akan lihat struktur cost yang ada di Jakarta dan Surabaya, pelabuhannya dan tax yang dikenakan. Pasalnya sekarang ini dikenakan PPN 10%," tutur Menhub. 

Selama ini, angkutan truk rute Jakarta-Surabaya tidak dikenakan PPN sementara kapal ro-ro dan kereta api dikenai PPN 10%. Menhub juga meminta beberapa pihak seperti INSA juga Kadis Perhubungan Jawa Timur untuk mencari tahu struktur cost tersebut.

Menhub berharap angkutan laut logistik mempunyai cost yang rendah termasuk juga biaya-biaya di pelabuhan juga lebih murah. "Harapannya ada satu harga yang bisa kita manage, kalau pelabuhan ini mahal kita pindah ke pelabuhan lain. Roro saya pikir sudah tepat," ucapnya. 

Tag : angkutan laut
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top