Financial Close Proyek Aerocity Bandara Kuala Namu Ditargetkan Kuartal I 2019

PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan financial close pengembangan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatra Utara beserta kawasan aerocity dilakukan pada kuartal I/2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 16 Oktober 2018  |  00:03 WIB
Financial Close Proyek Aerocity Bandara Kuala Namu Ditargetkan Kuartal I 2019
Bandara Kualanamu - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA--PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan penyelesaian pembiayaan (financial close) pengembangan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatra Utara beserta kawasan aerocity dilakukan pada kuartal I/2019.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan sudah melakukan pendekatan awal dalam acara Global Airport Development untuk melihat ketertarikan dari para investor maupun operator bandara. Adapun, dana investasi indikatif diproyeksikan mencapai US$500 juta.

"Proses bidding dikejar sampai Desember 2018, sudah bisa pengambilan dokumen RFP [request for proposal]. Paling lambat Q1/2019 sudah financial close," kata Awaluddin, Senin (15/10/2018).

Dia mengklaim sudah ada belasan investor dari beberapa negara di Eropa dan Asia yang mengirimkan pernyataan ketertarikan (letter of interest/LoI). Namun, sesuai aturan Daftar Negatif Investasi, porsi saham investor asing paling besar hanya 49%, sisanya masih dimiliki oleh AP II.

Dia menuturkan daya tarik bagi investor semakin tinggi karena mereka sudah akan melakukan kegiatan usaha di bandara yang bukan sepenuhnya baru. Namun, dalam kategori brown field yang sudah memiliki pendapatan, aset, dan SDM.

Pada saat investor mengajukan proposal, AP II akan melakukan evaluasi terkait dengan komposisi upfront fee dan dana investasi yang ditawarkan. Upfront fee merupakan dana yang dibayarkan di muka sebelum melakukan sebuah kegiatan investasi atau sebagai modal awal.

Nominal upfront fee tersebut akan dikaitkan dengan kewajiban investasi. Semakin besar upfront fee yang dibayarkan, maka bisa negosiasi nilai total investasi sebesar Rp7,57 triliun selama masa konsesi hingga 30 tahun.

Semakin besar investor tersebut mengeluarkan dana investasi, lanjutnya, upfront fee yang dibayarkan akan semakin kecil, atau sebaliknya. Kombinasi dua nilai tersebut yang akan dievaluasi oleh BUMN pengelola bandara di wilayah Barat Indonesia tersebut.

Awaluddin menuturkan pada saat akhir masa konsesi, aset tersebut akan dialihkan kepada AP II melalui skema build operate transfer (BOT). Namun, pihaknya dalam melakukan seleksi proposal tidak hanya mengutamakan soal nominal, tetapi mencakup strategi pengembangan yang akan dilakukan.

"Seberapa menarik mereka bisa expand untuk meningkatkan traffic penumpang maupun pesawat di Kualanamu," ujarnya.

AP II juga telah membentuk anak perusahaan dengan nama PT Angkasa Pura Aviasi untuk menjalankan strategic partnership bersama mitra bisnis yang baru untuk menjalankan kerjasama bisnis pengelolaan Bandara Kuala Namu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kualanamu

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top