Istana Kembali Tegaskan Harga Premium Tidak Akan Dinaikkan

Presiden Joko Widodo belum merencanakan untuk menaikkan harga Premium pada tahun depan dengan dasar proyeksi harga minyak dunia yang mengalami penurunan.
David Eka Issetiabudi | 16 Oktober 2018 08:51 WIB
Petugas melayani pembelian bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo belum merencanakan untuk menaikkan harga Premium pada tahun depan dengan dasar proyeksi harga minyak dunia yang mengalami penurunan.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, sejauh ini Presiden Joko Widodo sudah menerima berbagai masukan dan angka-angka mengenai proyeksi harga bahan bakar minyak ke depannya.

“Soal Premium belum tentu naik. Karena kami memiliki proyeksi bahwa harga minyak kembali ke range US$60 – US$70 per barel. Makanya kita belum bisa berandai-andai,” tuturnya, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, sejauh ini Presiden masih meminta para pembantunya untuk memperdalam analisis mengenai harga BBM.

Di sisi lain, PT Pertamina yang harus menanggung beban menjual Premium, dianggap merupakan pelayanan yang dilakukan oleh BUMN. Erani mengatakan ada penugasan yang harus dilakukan oleh perseroan, seperti pelaksanaan BBM Satu Harga.

“Untuk menjaga fungsi korporasi Pertamina, pemerintah juga tidak tinggal diam. Ada banyak blok minyak di luar Rokan dan Mahakam diserahkan ke Pertamina, dan itu menghasilkan semua,” katanya.

Tag : Harga BBM
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top