Izin Instalasi Wifi on Board Maskapai Citilink Masih Diproses

PT Mahata Aero Teknologi, perusahaan penyedia solusi nirkabel untuk pesawat, melaporkan proses perizinan terkait dengan wifi on board yang akan beroperasi pada Citilink Indonesia sedang berjalan.
Rio Sandy Pradana | 09 Oktober 2018 15:40 WIB
Pesawat Citilink bersiap lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/9). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Mahata Aero Teknologi, perusahaan penyedia solusi nirkabel untuk pesawat, melaporkan proses perizinan terkait dengan wifi on board yang akan beroperasi pada Citilink Indonesia sedang berjalan.

Presiden Direktur PT Mahata Aero Teknologi (MAT) M. Fitriansyah mengatakan instalasi pertama akan dilakukan terhadap satu unit pesawat milik Citilink yang akan dioperasikan pada Desember 2018. Tahapan awal sudah dimulai dengan menunggu pengiriman peralatan dan memastikan keamanannya.

"Proses perizinan juga sedang dalam proses, tetapi tidak ada kendala sejauh ini. Pengurusan mencakup supplemental type certificate [STC] yang dibantu oleh Lufthansa Technik dan Citilink, serta landing right [hak labuh]," katanya kepada Bisnis, Senin (8/10/2018).

Dia menjelaskan STC merupakan modifikasi atau perbaikan utama yang disetujui oleh otoritas penerbangan nasional atau Kementerian Perhubungan untuk jenis pesawat yang telah tersertifikasi sebelumnya.

Sementara itu, Hak Labuh Satelit adalah hak untuk menggunakan satelit asing yang diberikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika kepada penyelenggara telekomunikasi. Izin tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 21/2014 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Dinas Satelit dan Orbit Satelit.

Kewajiban hak labuh ini diperlukan antara lain agar satelit asing tersebut tidak menimbulkan interferensi frekuensi radio yang merugikan (harmful interference) terhadap jaringan satelit indonesia maupun terhadap stasiun radio terestrial Indonesia yang telah berizin baik existing maupun planning.
 
Selain itu, menjadi salah satu alat tawar bagi administrasi Indonesia untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para penyelenggara satelit nasional agar dapat beroperasi di negara asal filing satelit asing terdaftar dengan cara resiprokal.

Dia memastikan instalasi wifi on board membutuhkan waktu yang relatif singkat, yakni tiga hingga lima hari. Namun, karena seluruh pesawat beroperasi, maka menyesuaikan dengan jadwal dari Citilink.

Selain Citilink Indonesia, kerja sama tersebut juga melibatkan Inmarsat Aviation, Lufthansa Technik, dan Lufthansa Systems. Fasilitas WiFi on board bisa dinikmati oleh seluruh penumpang Citilink secara cuma-cuma.

Dia menjelaskan pihaknya selaku private investor dan inisiator platform e-commerce akan mendesain dan menyediakan plarform eksklusif business to customer (B2C). Adapun, jumlah pesawat yang akan dipasang wifi direncanakan sebanyak 50 unit.

Tag : citilink
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top