Areal Parkir Truk Priok Ditambah, Aptrindo: Lalu Lintas Masuk harus Ditata

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengusulkan adanya tambahan luasan area parkir (buffer area) truk dari yang sudah disiapkan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II)  saat ini untuk menunggu proses bongkar muat di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.
Akhmad Mabrori | 03 Oktober 2018 16:19 WIB
Truk pengangkut peti kemas melintasi kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta, Kamis (3/8). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengusulkan adanya tambahan luasan area parkir (buffer area) truk dari yang sudah disiapkan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II)  saat ini untuk menunggu proses bongkar muat di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Gemilang Tarigan, Ketua Umum DPP Aptrindo mengatakan, selain itu pihaknya juga mengharapkan adanya pengaturan lalu lintas yang lebih baik demi kemudahan truk yang hendak menunggu di buffer area tersebut.

"Kami apresiasi disiapakan (buffer) area truk di Priok oleh Pelindo II di lahan eks Pacific Paint Martadinata,namun hendaknya ke depan ditambah lagi luasannya. Kemudian truk dari arah timur mau ke buffer area Martadinata harusnya gak melewati jalan arteri biasa tetapi bisa masuk lewat pos 9 pelabuhan Priok," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (3/10/2018).

Gemilang mengungkapkan, buffer area eks Pasific Paint Martadinata lebih efektif digunakan oleh trucking yang berasal dari arah barat Tanjung Priok, bukan untuk truk yang berasal dari arah timur.
Selama ini pergerakan truk dari dan ke pelabuhan Priok berasal dari hinterland industri Jabodetabek maupun Jawa Barat dan sekitarnya.

Untuk pergerakan truk wilayah barat berasal seperti Tangerang, Banten, Bogor dan sekitarnya. Sedangkan pergerakan truk dari Timur didominasi dari hinterland Bekasi,Cikarang,Kerawang, Cikampek, Bandung dan sekitarnya.

"Lebih dari 60 % truk dari dan ke Priok itu berasal dari hinterland di timur seperti Bekasi,Cikampek dan Bandung Jawa barat," paparnya.

Gemilang mengatakan,perlunya tambahan buffer area itu untuk truk yang melayani kegiatan domestik dan layanan kontainer di terminal Mustika Alam Lestari (MAL) dan Terminal 3 Priok.

Menurut Gemilang, pengelola Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja sudah menyiapkan buffer area truk berdekatan dengan joint gate kedua terminal peti kemas ekspor impor itu. Penyiapan buffer area truk juga sudah disiapkan NPCT-1.

"Kami harapkan juga diberlakukan sistem TBRC (truck booking return cargo) supaya keteraturan lalu lintas truking dari buffer area ke terminal atau pelabuhan bisa terjaga,"ucapnya.

Widijanto, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, mengatakan penyiapan buffer area perlu ditata dengan benar melalui implementasi TBRC Truk dimana truk hanya menunggu sementara antrian masuk setelah urusan dokumen selesai dan barangya siap di bongkar dan muat.

"Implementasi TBRC itu harus dilakukan jangan sampai buffer area di pelabuhan justru dijadikan garasi truk,"ujarnya.

Tampung 1.100 Truk

Pada Selasa (2/10), Pelindo II melakukan uji coba penggunaan buffer area atau kantong parkir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, mulai pukul 00.00 WIB.

Direktur Operasional dan Sistem Informasi IPC, Prasetyadi,mengatakan, penggunaan buffer area itu diklaim akan membantu kelancaran arus barang dan kendaraan di dalam area Pelabuhan Priok.

“Salah satunya dengan melakukan penataan lahan parkir, termasuk memanfaatkan kantong parkir kendaraan kontainer, yang lokasinya berada di bekas lahan pabrik Pacific Paint, Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara,” ujarnya.

Prasetyadi menjelaskan, luas buffer area yang disiapkan sekitar dua hektar dan mampu menampung sekitar 1.100 truk kontainer setiap hari.

IPC, imbuhnya terus menata penggunaan buffer area ini. Setiap truk bisa parkir maksimal dua jam, untuk menunggu antrean pelayanan di dalam terminal bongkar muat barang.

Lahan buffer area itu sendiri dilengkapi dengan fasilitas informasi, di mana para pengemudi truk bisa monitor antrean bongkar muat barang di terminal yang dituju.

Pelindo II, kata dia, sedang memasuki era baru pelabuhan, dimana semuanya serba digital dan realtime.

Prasetyadi mengungkapkan, dilokasi buffer area itu pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk pengemudi truk bisa memantau aktivitas bongkar muat melalui layar monitor yang tersedia, sehingga operasional di Pelabuhan Priok lebih tertata, cepat dan mudah.

Tag : tanjung priok
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top