Indonesia & Yordania Bidik Peningkatan Kerja Sama Bisnis

Sejumlah pengusaha Indonesia menghadiri acara Business Forum on Trade and Investment yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman.
Yanuarius Viodeogo | 03 Oktober 2018 01:17 WIB
Presiden IJBC Mayra Andrea (tengah) bersama para pelaku bisnis dari Indonesia, Yordania, dan Palestina saat menghadiri Business Forum on Trade and Investmen di Amman, Yordania. Jibi - Istimewa/IJBC

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pengusaha Indonesia menghadiri acara Business Forum on Trade and Investment yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman dengan harapan peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata di Yordania semakin terbuka.

Perusahaan Indonesia yang dikoordinasi oleh Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) pada event itu yakni PT Cipta Graha Group, PT Dani Prisma Mitra, PT Trimegah Artha Group, PT Menamas, PT Emsindo Pola Citra, PT Usahatama Bunga Bersama/Taman Bunga Nusantara, dan PT Masebah Anugrah Abadi, serta perwakilan dari Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI).

Presiden IJBC Mayra Andrea mengatakan selain mengikuti B-to-B meeting, para pengusaha juga berkesempatan memamerkan produk unggulan mereka dan menyertakan profil perusahaan melalui stand pameran yang telah disediakan oleh KBRI supaya dikenal pelaku bisnis Yordania dan Palestina.

“Dengan difasilitasi KBRI Amman, kami ingin mempertemukan delegasi pengusaha Indonesia dan mitranya dari Yordania dan Palestina. Semoga mendapatkan peluang-peluang baru kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata,” kata Mayra melalui siaran pers pada Selasa (2/10/2018).

Acara yang berlangsung pada 25-29 September 2018 dan dihadiri kurang lebih 160 pengusaha terkemuka dari Yordania, Palestina, dan Indonesia, mendapatkan perhatian dari Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto.

Kegiatan forum bisnis itu, menurut Mayra, diharapkan pula dapat mendorong sejumlah program kerja yang diwacanakan sebelumnya untuk semakin ditingkatkan dalam bentuk konkret yaitu perjanjian perdagangan antarkedua negara.

“Salah satunya mengajukan usulan pembahasan kerja sama Preferential Trade Agreement (PTA) yang bertujuan mengurangi hambatan tarif dan dibahas pada Maret 2018 dan sejauh ini belum ada jawaban resmi dari Pemerintah Yordania tentang usulan itu,” ungkapnya.

Tag : perdagangan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top