Ada 4 KEK Bakal Beroperasi Akhir 2018, Ini Datanya

Sebanyak 4 kawasan ekonomi khusus (KEK) dijadwalkan segera mulai beroperasi pada kuartal akhir tahun ini.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Oktober 2018 16:23 WIB
Sejumlah wisatawan berada di pinggiran pantai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (18/9/2018). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA--Sebanyak 4 kawasan ekonomi khusus (KEK) dijadwalkan segera mulai beroperasi pada kuartal akhir tahun ini.

Pemerintah memiliki agenda pengembangan 12 KEK yang memiliki keunggulan ekonomi dan geostrategis dalam rangka mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional melalui peningkatan penanaman modal. Kawasan tersebut disiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dari kedua belas KEK tersebut, baru 4 yang telah mulai beroperasi, yaitu Palu, Sei Mangke, Tanjung Lesung, dan Mandalika.

Wahyu Utomo, Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, mengatakan menyusul KEK yang telah beroperasi tersebut, pada tahun ini akan ada 4 KEK lainnya yang segera beroperasi.

"Keempat KEK tersebut yaitu Galang Batang, Arun Lhokseumawe, Morotai, dan Bitung. Lainnya, diupayakan awal 2019," ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (2/10/2018).

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dewan KEK Enoh Suharto Pranoto, membenarkan informasi tersebut. Dia mengatakan peresmian keempat KEK tersebut sedang dijadwalkan.

"Rencana pelaksanaannya nanti Oktober dan November 2018," ujarnya.

Sebagai informasi, keempat KEK yang bakal mulai beroperasi pada kuartal akhir tahun ini terdiri dari 3 KEK untuk industri pengolahan dan 1 KEK untuk destinasi pariwisata.

KEK Bitung fokus pada industri pengolahan perikanan untuk menghasilkan komoditi ekspor berkualitas internasional. Selain perikanan, KEK Bitung juga fokus pada industri kelapa beserta produk turunannya yang memiliki pasar yang sangat luas dan diminati, baik dalam skala nasional maupun internasional.

KEK Arun Lhokseumawe berfokus pada beberapa sektor yaitu energi, petrokimia, agro industri pendukung ketahanan pangan, logistik serta industri penghasil kertas kraft. KEK Galang Batang akan dikembangkan sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter.

Sementara itu, dengan potensi yang dimiliki, KEK Morotai akan menjadi destinasi wisata internasional serta pusat industri perikanan didukung dengan logistik.

Tag : kek
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top