750 Perusahaan Makanan dan Minuman Diestimasi Ikut dalam Fi Asia 2018

Pameran niaga bahan baku makanan dan minuman Food ingredients (Fi) Asia 2018 akan digelar di Indonesia pada 3-5 Oktober 2018 di JIExpo Kemayoran Jakarta.
Mia Chitra Dinisari | 30 September 2018 20:02 WIB
Pekerja menyusun aneka jenis minuman kaleng di salah satu grosir penjual makanan dan minuman kemasan di Pekanbaru, Riau, Senin (12/6). - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA - Pameran niaga bahan baku makanan dan minuman Food ingredients (Fi) Asia 2018 akan digelar di Indonesia pada 3-5 Oktober 2018 di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Ajang ini merupakan platform bagi ribuan penjual dan pembeli bahan baku makanan dan minuman serta menjadi arena untuk menampilkan inovasi terkini, mendapatkan mitra potensial, melakukan penetrasi pasar Asia, dan memperoleh informasi perkembangan terkini di industri bahan baku makanan dan minuman.  

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mencatat pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 8,67% di triwulan II 2018, yang berarti telah melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27%.

Implementasi industri 4.0 juga diyakini akan mampu meningkatkan ekspor makanan dan minuman olahan nasional hingga empat kali lipat dengan target tahun ini sebesar 12,65 miliar dolar AS dan diprediksi dapat menjadi sebesar 50 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Melihat potensi yang menjanjikan dan target yang cukup tinggi di industri makanan dan minuman nasional, maka peluang bagi industri bahan baku makanan dan minuman pun terbuka makin lebar sehingga penting untuk memiliki sebuah wadah yang memungkinkan pelaku di industri ini memaksimalkan potensi bahan baku tanah air dan memperkuat daya saing di pasar global.

Rungphech Chitanuwat, Group Director ASEAN, UBM Asia (Thailand) Co Ltd, mengatakan, Fi Asia 2018 adalah platformbagi para pelaku industri bahan baku makanan dan minuman untuk mendapatkan sumber bahan baku yang dapat diandalkan, berkelanjutan, dan efektif dari segi biaya, sekaligus membangun networking dengan berbagai pemasok bahan makanan dan minuman terkemuka. 

"Diestimasikan lebih dari 750 perusahaan dari 60 negara dan lebih dari 20.000 profesional industri makanan dan minuman akan hadir dalam pameran yang menampilkan berbagai inovasi, inspirasi, dan perkembangan terkini.” ujarnya seperti dikutip dari siaran persnya.

 Fi Asia 2018 akan dilengkapi dengan Innovation Tour, Innovation Zone, Discover Tour, Supplier Finder Desk, Business Matching Programme untuk memudahkan pengunjung dan eksibitor, dan  yang terbaru di Fi Asia yaitu Bi (Beverage ingredients) Theater.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat berpartisipasi dalam sejumlah seminar dari Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) danSouth East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Institut Pertanian Bogor bertemakan ‘Science-based Ingredients: The Future for Food in Asia’, serta kompetisi Food Product Development yang merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memamerkan penemuan mereka dalam sektor produk makanan,” tambah Rungphech Chitanuwat.

Puspo Edi Giriwono, Ph.D, Executive Secretary South East Asian Food and Agricultural Science and Technology – SEAFAST Center, IPB, menjelaskan, industri makanan dan minuman yang diproyeksi terus berkembang dengan pesat untuk 5-10 tahun mendatang tentu tidak terlepas dari peranan industri bahan baku makanan dan minuman.

Dengan kekayaan alam melimpah yang dapat menghasilkan bahan baku khas tanah air dan didukung dengan penelitian yang memadai, Indonesia berpotensi memperkuat daya saing di pasar regional maupun global. Kami dan para akademisi sangat mendukung Fi Asia yang telah memberikan akses inovasi dan kemajuan teknologi bahan baku makanan dan minuman dari seluruh dunia sehingga menjadi referensi utama bagi para profesional industri ini. 

“Tahun ini, South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Centerbersama dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) dan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menyelenggarakan konferensi internasional bertemakan ‘Science-based Ingredients: The Future for Food in Asia’. Konferensi ini menjabarkan dan mengajak diskusi pentingnya inovasi dan perkembangan di teknologi makanan, proses pengolahan, bahan baku, serta berbagai isu mutakhir dan bermunculan termasuk regulasi dan perdagangan dalam rangka memenuhi tingginya kebutuhan populasi global akan keamanan pangan dan nutrisi,”jelas Puspo Edi Giriwono.

 Ir. Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), mengatakan, Fi Asia menjadi platform yang tepat dan komprehensif untuk berbagai skala bisnis dalam meningkatkan dan memperkuat keberadaan pelaku industri di kawasan ASEAN guna mendorong kesuksesan bisnis.

"Kami sangat menghargai UBM Asia yang terus mendukung industri makanan dan minuman nasional dengan menyelenggarakan pameran bahan baku makanan dan minuman bertaraf internasional di Indonesia. Fi Asia memiliki nilai lebih bagi para peserta pameran dan pengunjungnya melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi industri, sehingga dapat menciptakan produk yang kompetitif. Kelak, Indonesia tidak hanya menyerap komoditi asing, akan tetapi mampu memproduksi makanan dan minuman olahan yang inovatif dengan biaya efisien.” katanya.

Fi Asia diadakan untuk pertama kalinya di wilayah Asia Tenggara di Singapura pada tahun 1997, disusul oleh Thailand pada tahun 2002. Sementara itu, Indonesia menjadi tuan rumah Fi Asia untuk pertama kalinya pada tahun 2010 dan kini Fi Asia rutin diadakan bergantian setiap tahunnya di Indonesia dan Thailand.

Tag : pameran
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top