Ekspor Rempah ke Eropa Timur, PT Alam Sari Interbuana Gandeng Perusahaan Azerbaijan

Eksportir rempah PT Alam Sari Interbuana menggandeng perusahaan asal Azerbaijan Eden Group Ltd. untuk merambah pasar Eropa Timur.
Juli Etha Ramaida Manalu | 25 September 2018 20:30 WIB
Tanaman lada - Antara/Marini Sipayung

Bisnis.com, JAKARTA—Eksportir rempah PT Alam Sari Interbuana menggandeng perusahaan asal Azerbaijan Eden Group Ltd. untuk merambah pasar Eropa Timur.

Direktur PT Alam Sari Interbuana Sigit Ismaryanto menyebutkan penandatanganan kontrak kerja sama atau MoU untuk ekspor rempah dana makanan dari Indonesia ini ditandatangani pada perhelatan Fetival Budaya Indonesi (Indonesian Culture festval/ICF) yang dilaksanakan di Azerbaijan pada 16 September lalu.

“Kita opening market untuk di Eropa Timur. Sebetulnyakan  Eropa Timur tidak tersentuh selama ini,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Setelah menandatangani perjanjian tersebut, pihaknya pun telah melakukan pengiriman pertama atas 18 jenis komoditas rempah asal indonesia dengan bobot lebih dari 50 ton dengan nilai sekitar US$388.270. Adapun untuk ekspor berikutnya diharapkan bisa terjadi pada Oktober atau November.

Adapun  jenis rempah yang diekspor antara lain lengkuas segar dan kering, kunyit, cengkeh, biji vanili, bunga lawang, kapulaga putih, dan merica. Menurut Sigit, pihaknya tidak membuat batasan berapa lama kerja sama ekspor dengan perusahaan asal Azerbajan ini akan berlangsung. “Kalau ini kan kita belum batasi, kita enggak ada pembatasan tapi akan direview,” katanya.

Rempah-rempah menjadi salah satu komoditas yang mencatatkan surplus pada neraca perdagangan luar negeri sebesar US$ 1,379 miliar pada 2017. Surplus tersebut meningkat sebesar  33% dibandingkan dengan capaian 2016 sebesar US$1,041 miliar.

Kinerja ekspor rempah pada 2017, untuk lada 42.687 ton, Pala 19.943 ton, kopi 467.799 ton, kakao 354.880 ton, dan minyak nilam 2.213 ton. Sementara pada 2016, Kopi 414.651 ton, Kakao 330.029 ton dan Pala  15.843 ton.

Selain ke 18 jenis komoditas rempah tersebut, pihaknya menyebutkan bahwa Eden Group juga meminta pemasukan komoditas lain asal Indonesia di luar rempah seperti arang kelapa, air kelapa, minuman instan buah tropis, dan kopi arabika.

Menurutnya, tingginya permintaah dari Azerbaijan dan negara Kaukasian lain di sekitarnya lantaran selama ini produk-produk impor ke wilayah tersebut hanya masuk melalui tiga pintu yakni pelabuhan di Iran, Georgia, dan Moskow.

Selain itu, tarif impor yang dikenakan pada komoditas ini melalui tiga pintu masuk pun terbilang mahal dan belum ada perjanjian bilateral untuk memasok komoditas-komoditas rempah ke negara tersebut.

Selain itu, saat ini produk lain asal Indonesia yang juga berpotensi masuk ke daerah tersebut adalah teh dan beras. Untuk komoditas teh, Indonesia bersaing dengan Sri Lanka sementara untuk beras dengan India yang memiliki varietas basmati.

Tag : rempah
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top