Penyesuaian Tarif Pengiriman Barang Dinilai Belum Mendesak

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai penyesuaian tarif pengiriman barang dirasakan belum mendesak saat ini hingga tahun depan.
Ilham Budhiman | 24 September 2018 11:41 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai penyesuaian tarif pengiriman barang dirasakan belum mendesak saat ini hingga tahun depan.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Trian Yuserma mengatakan penyesuaian tarif masih belum menjadi isu penting di kalangan perusahaan jasa pengiriman ekspres.

“Sampai saat ini Asperindo belum melihat penyesuaian terutama kenaikan tarif sebagai salah satu isu penting,” katanya, akhir pekan lalu.

Namun, Trian menegaskan Asperindo tetap menyerahkan segala keputusan kepada anggotanya jika akan melakukan penyesuaian tarif, baik untuk menaikkan atau bahkan menurunkan biaya pengiriman.

Penurunan tarif juga dimungkinkan jika proses bisnis jasa pengiriman barang semakin efisien.

Pemain lokal dalam jasa pengiriman barang, Tiki, belum akan mengikuti jejak perusahaan ekspres multinasional guna melakukan penyesuaian tarif dalam beberapa waktu ke depan. Tiki masih menahan dan akan menetapkan tarif lama.

Managing Director PT Citra Van Titipan Kilat (Tiki) Tommy Sofhian mengatakan sejauh ini pihaknya masih belum akan menyesuaikan tarif lantaran dinilai masih kompetitif.

“Belum ada penyesuaian, saat ini harga masih bersaing,” katanya.

Dia mengatakan penyesuaian tarif terakhir kali dilakukan pada awal 2017. Namun, Tommy tidak memastikan berapa persen biaya kenaikan tarif pengiriman tersebut.

Adapun pertimbangan dalam penyesuaian tarif antara lain komponen biaya Surat Muatan udara (SMU), BBM, dan UMR. 

Sebaliknya, penyedia layanan ekspres multinasional DHL Express secara resmi menaikkan tarif pengiriman di Indonesia sebesar 4,9% dengan beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh perusahaan asing itu.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohammad mengatakan penyesuaian tarif tersebut akan mulai efektif per 1 Januari 2019.

Menurutnya, penyesuaian tahunan itu dilakukan oleh DHL Express dengan berbagai pertimbangan seperti inflasi, dinamika mata uang dan kenaikan biaya lainnya.

“Penyesuaian harga akan bervariasi di setiap negara, tergantung pada kondisi lokal, dan akan berlaku untuk semua pelanggan di manapun lokasi mereka berada,” katanya beberapa waktu lalu.

Ahmad menegaskan penyesuaian tarif tahunan itu memungkinkan perusahaan untuk memberikan peningkatan layanan berkualitas yang berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Dia menyebutkan pihaknya bisa memperkuat infrastruktur, memastikan layanan yang terbaik di kelasnya sebagai solusi pada pelanggan dengan menggunakan teknologi yang inovatif dan proses pengiriman individual.

Dalam beberapa bulan terakhir, DHL Express fokus pada investasi perluasan hub dan gateway baru di banyak negara sehingga meningkatkan kapasitas proses pengiriman per jam dan mengurangi transit time.

DHL berusaha membuka fasilitas baru dilengkapi teknologi penyortiran otomatis dan memperkenalkan solusi layanan e-commerce yang inovatif untuk pelanggannya di seluruh dunia.

Selain itu, perusahaan itu juga akan terus memastikan keamanan dan menempatkan standar tertinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mitra, dan otoritas transportasi.

"DHL Express telah berinvestasi secara signifikan dalam jaringan internasional untuk memenuhi harapan tertinggi dan menawarkan layanan yang lebih baik kepada pelanggan di seluruh dunia," kata Ahmad.

Tag : asperindo, jasa kurir
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top