Pebisnis Hotel Bersiap Naikkan Okupansi untuk Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

Optimalkan hotel yang ada, pelaku bisnis perhotelan optimistis dapat meningkatakan okupansinya di libur Natal dan Tahun Baru.
M. Richard | 24 September 2018 18:29 WIB
Corporate Assistant Marketing Communications Manager Parador Hotel & Resorts Tiffani menjelaskan kinerja perusahaannya saat berkunjung ke Kantor Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (24/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Optimalkan hotel yang ada, pelaku bisnis perhotelan optimistis dapat meningkatakan okupansinya di libur Natal dan Tahun Baru.

Coorporate Assistant Marketing Communications Manager Parador Hotel & Resort Tiffany optimistis okupansi 10 hotel Parador bisa mencapai 100% pada perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Pasalnya, libur Natal dan Tahun Baru merupakan masa di mana banyak turis lokal dan mancanegara untuk berlibur, dan mencari tempat penginapan.

"Kami berharap dengan 10 hotel saat ini kami bisa memenuhi semua seluruh kamar kami, dan tahun lalu pun juga 100%," katanya, saat berkunjung ke kantor Bisnis, Senin (24/9/2018).

Tiffany menjelaskan, target okupansi 100% tergolong masih realistis, karena lokasi hotel-hotel milik Parador sangat strategis. Sehingga, meski tidak mengadakan acara tahun barunya di hotel, turis-turis masih akan tetap memilih Parador sebagai tempat menginap.

Adapun, Paradore Hotel & Resort memiliki 10 hotel yang terdiri dari 4 unit Atria Hotels, 1 unit Ara Hotel, 3 unit Ara Hotels, 1 unit Starlet Hotels, dan 1 unit Haka Hotels. Rata-rata okupansi berkisar antara 70% hingga 80%.

Untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru kali ini, Paradaor akan mengadakan banyak program seperti makan malam perayaan tahun baru. Acara seperti ini akan diadakan di Atria, Ara dan Fame.

Parador juga mulai memberikan promo-promo untuk libur Natal dan Tahun Baru, baik berupa potongan harga untuk makan malam maupun penginapan.

Selain itu, kata Tiffany, Paradore tengah merenovasi sejumlah hotel miliknya dan berharap pada perayaan Tahun Baru kali ini dapat memberikan kesan yang berbeda kepada pelanggannya. "Yang sudah selesai itu Ara Hotel, kami memberikan konsep tahun 90-an, dan yang lain lagi dalam konstruksi," ucapnya.

Meski demikian, Tiffany menyayangkan karena banyaknya pelanggan yang memesan kamar lewat online travel agent (OTA). Pasalnya, meski mendapat harga murah pelanggan tidak dapat memanfaatkan banyak fasilitas yang ditawarkan Parador.

"Harga memang berbeda sih, tapi jika booking langsung, atau lewat website kami, mereka bisa dapat early check in atau late check out, dicount loundry, antar jempu bandara, pick up atau drop off ke bandara," katanya.

Selain itu, Director Business Development and Sales Marketing Sahid Hotel & Resort Vivi Herlambang juga optimistis libur Natal dan Tahun Baru kali ini juga dapat meningkatkan okupansi 26 unit Sahid Hotel.

"Kita optimis ya, terutama untuk yang di luar Jakarta, kami yakin okupansi hotel-hotel kami bisa mencapai 80% hingga 90% dari rata-rata okupansi 60%," katanya.

Dia menjelaskan, Sahid hotel juga tengah bersiap dalam menghadapi libur tahunan tersebut. Sahid Hotel akan memberikan paket promo-promo menarik seperti potongan harga makan malam dan penginapan.

Selain itu, seperti layaknya perayaan Natal dan Tahun Baru biasanya, Sahid Hotel akan mengadakan live music dengan me datangkan artis-artis papan atas.

Tag : hotel
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top