Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Jadi Hub Kargo Internasional, Ini Skemanya

Provinsi Bali direncanakan menjadi hub kargo internasional seiring tingginya frekuensi penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 06 September 2018  |  13:10 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA - Provinsi Bali direncanakan menjadi hub kargo internasional seiring tingginya frekuensi penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Ide menjadikan Bali sebagai hub kargo internasional atau air transhipment cargo berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan skema yang akan dipakai dari segi aturan atau fasilitas kepabeanannya adalah dengan Pusat Logistik Berikat (PLB) transit.

"Jadi nanti, misalnya, barang dari Jepang akan didistribusikan di beberapa negara katakanlah ke Australia, Timur Tengah, Eropa dan Sebagainya. Sehingga nanti dari Jepang ke Bali, lalu dari situ didistribusi lagi," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (6/9/2018).

PLB transit, menurutnya, sudah jadi kebijakan nasional yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Implementasinya, lanjut dia, sudah banyak yang direalisasikan.

"Sudah ada berapa yang sudah melihat ini sebagai peluang. Detailnya nanti saya update sebab harus di cek dulu," katanya.

Heru juga mengatakan Bali dipilih lantaran pesawat-pesawat ke tujuan internasional itu hampir semuanya ada, sebab Bali dikatakan multi destination.

"Sehingga ini akan menjadi hub dari kargo internasional," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara ngurah rai kargo udara
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top