Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INACA Harap Tarif Batas Bawah Penerbangan Bisa Naik Lagi

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mempertimbangkan untuk kembali menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB).
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  14:20 WIB
Penumpang pesawat udara Garuda Indonesia berjalan menuju pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9/2014) untuk terbang dengan rute MakassarBau-Bau. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Penumpang pesawat udara Garuda Indonesia berjalan menuju pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9/2014) untuk terbang dengan rute MakassarBau-Bau. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mempertimbangkan untuk kembali menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB).
 
Ketua Umum INACA Pahala N. Mansury mengapresiasi langkah pemerintah yang bersedia menaikkan TBB sebesar 5% atau menjadi 35% dari Tarif Batas Atas (TBA). Terlebih, sejumlah komponen biaya operasional meningkat signifikan sepanjang 2018.
 
"Penaikan ini tetap kami syukuri. Mudah-mudahan tetap ada kelanjutannya nanti," katanya, Selasa (28/8/2018).
 
Pahala menambahkan paling tidak penaikan TBB tersebut sudah bisa memberikan perbaikan terhadap pendapatan maskapai. Setiap maskapai pasti memiliki pendapat masing-masing terkait dengan persentase penaikan tersebut.
 
Pihaknya menilai penaikan TBB sebesar 10% tetap merupakan yang ideal terhadap kondisi industri penerbangan saat ini. Hal tersebut memperhatikan kenaikan harga avtur dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
 
Kendati demikian, INACA belum mendapatkan informasi terkait dengan pemberlakukan penaikan TBB tersebut. 

"Sementara penaikannya segini dulu. Kami sudah sampaikan sebelumnya kepada Kemenhub, yang penting ada kenaikan TBB dulu," ujarnya.
 
Penyesuaian tarif tersebut dinilai bisa berpengaruh terhadap kelangsungan industri penerbangan. Biaya yang tinggi ditambah dengan potensi kenaikan jumlah penumpang membuat maskapai harus putar otak agar masih bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa.
 
Pahala menilai penaikan TBB tidak akan mempengaruhi daya beli penumpang. Hal tersebut melihat laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang masih positif.
 
"Bahkan, kalau dicermati, tarif tiket pesawat dengan rute yang sama justru mengalami penurunan hingga 10% dibandingkan dengan tahun lalu. Terlebih, tingkat persaingan di industri penerbangan juga tinggi," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub tarif pesawat
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top