Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ikappi Soroti Banyaknya PR Pemerintah Soal Revitalisasi Pasar

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menilai masih banyak sekali kelemahan yang terdapat dalam target revitalisasi pasar pemerintah.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 20 Agustus 2018  |  20:15 WIB
Pengunjung memilih buah-buahan di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali, Kamis (13/4). - Antara/Nyoman Budhiana
Pengunjung memilih buah-buahan di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali, Kamis (13/4). - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA -- Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menilai masih banyak sekali kelemahan yang terdapat dalam target revitalisasi pasar pemerintah.

Ketua Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, revitalisasi pasar bertujuan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan pedagang. Namun—dilihat dari proyek-proyek yang sudah terselesaikan—tujuan tersebut masih belum tercapai.

"Pemerintah perlu mengevaluasi kembali target-target dalam program revitalisasi pasarnya, jangan hanya membangun dan uang masyarakat terbuang cuma-cuma," katanya, Senin (20/8/2018).

Dia berpendapat, revitalisasi pasar selama ini hanya terfokus pada realisasi proyek dan tak jarang melupakan banyak aspek, seperti kekokohan gedung, efektivitas tata ruang untuk pedagang, serta mengabaikan unsur khas pasar tradisional daerah tersebut.

Belum lagi, sebutnya, beberapa pembangunan dilakukan pada pasar yang masih belum membutuhkan revitalisasi, sehingga tidak memberi dampak apapun.

Menurutnya, pemerintah seharusnya juga memperhatikan tata kelola pasar, seperti memberantas praktik pungutan liar (pungli) oleh pengelola pasar, yang membuat pedagang tidak nyaman dan justru mencari tempat berdagang lain yang lebih aman.

Selain itu, sebutnya, pemerintah daerah sering tidak memiliki rencana yang matang dalam proses perencanaan revitalisasi pasar, baik dari sisi relokasi maupun tata letak pasar.

"Pedagang sering dikesampingkan dalam rencana revitalisasi pasar. Pemerintah daerah menganggap pasar itu punya negara, padahal pemilik kontribusi paling besar di pasar adalah pedagang," tuturnya.

Sekadar catatan, Kementerian Perdagangan optimistis dapat menyelesaikan 1.593 proyek revitalisasi pasar pada tahun ini dengan alokasi dana senilai Rp2,6 triliun.

Berdasarkan data Kemendag, realisasi program revitalisasi pasar pada 2015, 2016, dan 2017 masing-masing mencapai 1.023 unit, 784 unit, dan 818 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

revitalisasi pasar
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top