PPKS Koreksi Target Distribusi Benih Sawit

Rendahnya harga tandan buah segar [TBS] di tingkat petani mulai mempengaruhi produksi dan penjualan para pelaku usaha benih kelapa sawit.
Pandu Gumilar | 08 Agustus 2018 20:56 WIB
Tandan buah segar - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Rendahnya harga tandan buah segar [TBS] di tingkat petani mulai mempengaruhi produksi dan penjualan para pelaku usaha benih kelapa sawit.

General Manager Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Edy Suprianto memperkirakan produksi dan penjualan perusahaannya pada semester II akan lebih rendah daripada semester I 2018. Namun, belum dalam taraf yang mengkhawatirkan.

“[Penurunan] ini dikarenakan harga TBS yang rendah mengurangi semangat untuk menanam sawit. Namun adanya program peremajaan sawit masih bisa mendorong semangat petani,” katanya kepada Bisnis Rabu (8/8).

Meski begitu, Edi pun mengakui keberadaan program peremajaan sawit tidak serta merta mendongkrak permintaan benih sawit di semester II. Hal tersebut ditengarai oleh belum lancarnya administrasi hingga calon penerima dan calon lokasi (CPCL) untuk program peremajaan. Namun, PPKS akan tetap berupaya maksimal untuk penyediaan benih sawit.

“Sebelumnya, PPKS memperkirakan produksi dan penjualan benih tahun ini akan mencapai 25 juta butir. Melihat hasil hingga Juli ini, PPKS akan mengoreksi kembali target yang ditetapkan berada pada kisaran 23,5 juta—24,5 juta butir,” katanya.

Edi pun mengatakan sejauh ini penyaluran benih oleh PPKS masih terbilang stabil. Adapun sampai dengan Juli 2018 PPKS sudah menyalurkan 14.3 juta benih. Selain itu, Edi pun mengatakan belum ada penurunan omzet akibat lesunya pasar dalam beberapa bulan terakhir.

“Untuk PPKS sampai saat ini belum terasa [penurunan omzet]. [Ada] Penyaluran rendah di bulan Juni tapi karena libur panjang,” pungkasnya.

Tag : kelapa sawit
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top