Pecahkan Rekor, Tol Japek Elevated Layak Masuk MURI

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menilai jalan tol layang Jakarta - Cikampek II atau Japek II Elevated layak masuk Museum Rekor Indonesia atau MURI karena memecahkan sejumlah rekor dalam dunia jalan tol di Tanah Air.
Rivki Maulana | 31 Juli 2018 20:03 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menilai jalan tol layang Jakarta - Cikampek II atau Japek II Elevated layak masuk Museum Rekor Indonesia atau MURI karena memecahkan sejumlah rekor dalam dunia jalan tol di Tanah Air.

Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna mengataan rekor pertama yang dipecahkan proyek Japek II Elevated adalah dari sisi pinjaman perbankan. Tol ini baru saja mendapat kucuran pinjaman dari 16 bank dan lembaga keuangan sebesasr Rp11,36 triliun.

Foto: Jasa Marga/Istimewa/Antara

Jumlah tersebut sejauh ini menjadi yang terbesar setelah pada 2012 lalu sindikasi perbankan juga mengucurkan pinjaman untuk PT Lintas Marga Sedaya, pemilik konsesi tol Cikopo - Palimanan. Untuk diketahui, pembangunan ruas tol Cikopo sepanjang 116 km mendapat pinjaman sindikasi sebanyak Rp8,8 triliun. Sementara itu, panjang jalan tol Japek II Elevated 38,6 km.

Selain nilai pinjaman, konstruksi Japek II Elevated juga terbilang cepat. Herry mengatakan, per akhir Juli 2018 progres konstruksi telah mencapai 40,2%. Dia membandingkan proyek ini dengan proyek jalan tol Bogor Outer Ring Road yang juga dibangun dengan konstruksi melayang. Ruas BORR sepanjang 2,6 km selesai dalam 13 bulan.

Menurut Herry, tol Japek II elevated dijadwalkan rampung pada Maret 2019 sehingga pada musim lebaran 2019 sudah bisa digunakan untuk arus mudik. Walhasil, kemacetan di tol Jakarta - Cikampek bisa diatasi. "Dari nilai pinjaman sudah memecahkan rekor. Dari sisi teknis juga. Jadi silahkan didaftarkan ke MURI," ujarnya selepas acara pendandatanganan kredit sindikasi untuk PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Di sisi lain, Herry menilai proyek Japek II elevated juga bisa menjadi pelajaran untuk pengembangan jalan tol di masa depan. Pasalnya, proyek ini dibangun di atas jalan tol yang sudah beroperasi. Penggunaan teknologi Sosrobahu pada proyek ini juga diapresiasi karena turut mengandalkan teknologi dalam negeri.

Tag : jalan tol
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top