Singapura Siap Jadi Tuan Rumah Pameran Green Building

Pameran dagang green building di Asia Tenggara, Build Eco Xpo atau BEX Asia dan pameran air serta energi, Mostra Convegno Expocomfort atau MCE Asia, siap digelar di Singapura pada September 2018.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 25 Juli 2018 18:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pameran dagang green building di Asia Tenggara, Build Eco Xpo atau BEX Asia dan pameran air serta energi, Mostra Convegno Expocomfort atau MCE Asia, siap digelar di Singapura pada September 2018.

CEO Green Building Council Indonesia (GBCI) Surendro mengatakan acara ini merupakan bagian dari Singapore Green Building Week (SGBW), BEX Asia, bersama acara-acara MCE Asia di lokasi sama, serta pertemuan tahunan International Green Building Conference (IGBC). Pameran ini akan menyambut 12.000 profesional, pemimpin, dan pembuat kebijakan dari seluruh industri bangunan.

Surendro menyebut, untuk memberikan pratinjau mengenai isu-isu yang ditekankan dan inovasi apa yang akan dibicarakan dalam BEX dan MCE Asia, sebuah seminar gratis diadakan di Jakarta, Indonesia sekarang. Dengan tema; Indonesia: Building a Greener and Healthier City. Dia menyatakan, acara ini mengumpulkan para pemimpin di industri untuk mediskusikan tren bangunan terkini di Indonesia.

“Untuk mempertahankan momentum industri ini, perlu ada kolaborasi berskala lebih besar antara pemangku kepentingan. Selain pembelajaran yang konstan mengenai teknologi terkini dan praktik terbaik yang membuat lingkungan hidup dan pekerjaan kita bertahan lama,” ujar Surendro di Hotel Atlet Century, Selasa (24/7/2018).

Surendro menegaskan, konferensi bangunan hijau yang diadakan pada skala lokal maupun global sangat penting bagi industri ini, dan para professional yang ingin menambah ilmu. Selain itu, katanya, kegiatan ini membantu para pemimpin dan pembaru di seluruh dunia untuk terus terhubung dan berbagi ide soal penghijauan.

Pengelola pameran ini, Reed Exhibitions bertujuan menonjolkan penggunaan teknologi dalam inovasi pembangunan. Direktur Proyek Reed Exhibitions, Louise Chua mengatakan MCE dan BEX Asia ini akan dua pameran ini akan mendorong terbentuknya kampanye terhadap perubahan iklim dari para pelaku industri.

“Ini akan menjadi dukungan untuk pemimpin di era perubahan iklim, mendorong pemain dari seluruh rantai seperti arsitek, konsultan, kontraktor, insinyur, dan penyewa mengatasi masalah ini dan merumuskan solusi,” tutur Louise.

Peter Latscha, General Manager Glutz, mengatakan tantangan saat ini adalah mengembangkan kota dengan sistem otomatisasi teknologi. Oleh sebab itu diperlukan usaha bersama pelaku industri mengembangkan sistem komprehensif tentang teknologi pembangunan.

“Pameran Smart Buildings and Automation ini adalah platform ideal untuk melakukan persilangan berbagai ide yang bisa mendorong terjadinya dialog antar pelaku industri,” tutur Peter.

Nantinya, dalam BEX Asia dan MCE Asia, akan hadir lebih dari 450 perusahaan dari seluruh dunia. Ada pun semua perusahaan properti, konstruksi, energi, dan teknologi ini membawa agenda dan inovasi untuk perubahan iklim di kawasan.

Sebagai informasi, beberapa perusahaan yang akan hadir misalnya Delta Technology, sebagai perusahaan inovasi bangunan dengan produk penangkal api dan solusi perlindungan banjir. Tujuannya untuk melindungi properti bangunan dan menyelamatkan penghuni ketika terjadi bencana dan keadaan darurat.

Tag : green building
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top