Kemenperin-JICA Perkuat Daya Saing IKM Komponen Otomotif

Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di berbagai daerah, salah satunya sektor pengecoran logam pembuatan komponen otomotif di Pasuruan, Jawa Timur.
Tegar Arief | 21 Juli 2018 12:15 WIB
Deretan mobil baru di terminal mobil, di Pelabuhan Tanjung Priok. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di berbagai daerah, salah satunya sektor pengecoran logam pembuatan komponen otomotif di Pasuruan, Jawa Timur.

Langkah strategis ini dilaksanakan melalui program kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang bertajuk The Project of Small and Medium Industry Development Based on Improved Service Delivery (SMIDeP).

"Kami telah memulai program SMIDep ini di Makassar, Sulsel terkait pengembangan IKM di wilayah tersebut, khususnya sektor kerajinan emas, perak dan tembaga," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan resmi, Sabtu (21/7/2018).

Menurut Gati, upaya kolaborasi kedua negara ini sudah berlangsung sejak 2013 dan telah berhasil mengembangkan IKM potensial di berbagai daerah, di antaranya Sumatera Utara dengan produk tenun ulos, Jawa Tengah dengan produk komponen logam, Sulawesi Tengah dengan produk agro , Jawa Timur dengan produk alas kaki, serta Kalimantan Barat dengan produk olahan lidah buaya.

Program ini dinilai sangat bermanfat karena dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas IKM nasional. Untuk itu, dalam rangka melanjutkan program tersebut, tahun ini telah dipilih tiga daerah yang menjadi sasaran pendekatan SMIDeP, yaitu Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Dia menambahkan, salah satu sektor IKM yang prospektif adalah produsen komponen otomotif seiring dengan pertumbuhan industri manufakturnya di dalam negeri. Kemenperin mencatat, jumlah ekspor dalam bentuk komponen kendaraan naik hingga 13 kali lipat, dari 6,2 juta pieces pada 2016 menjadi 81 juta pieces pada 2017.

Peningkatan juga terjadi pada angka produksi kendaraan roda empat, dari 1,177 juta unit pada 2016 menjadi 1,216 juta unit pada 2017. Jumlah tersebut diperkuat dengan peningkatan ekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 231.000 unit pada 2017 dibanding 2016 sekitar 194.000 unit.

"Hal ini menjadikan potensi pasar suku cadang, aksesoris, dan perlengkapan mobil dan motor bagi IKM komponen otomotif menjadi semakin menjanjikan. Terebih lagi, saat ini IKM logam menjadi salah satu sektor yang paling berkembang di Pasuruan, Jawa Timur," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, sebanyak 390 pelaku IKM tersebar di wilayah tersebut. Dalam rangka optimalisasi pengembangan IKM melalui pendekatan program SMIDeP ini, diharapkan agar Pemda dan IKM terkait dapat berkomitmen untuk menjalankan program selama tiga tahun, terhitung sejak 2018.

Tag : komponen otomotif
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top