Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BKPM Tegaskan Keinginan Pemerataan Investasi

Pemerintah pusat menginginkan pemerataan investasi di seluruh daerah guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. BKPM menegaskan kembali keinginan agar investasi merata di seluruh wilayah Indonesia./Antara-Zabur Karuru
Kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. BKPM menegaskan kembali keinginan agar investasi merata di seluruh wilayah Indonesia./Antara-Zabur Karuru

Bisnis.com, PADANG – Pemerintah pusat menginginkan pemerataan investasi di seluruh daerah guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yuliot, Direktur Deregulasi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menyebutkan saat ini aliran investasi di Indonesia masih timpang. Untuk Pulau Sumatra misalnya, porsi investasi tahun lalu hanya 20%.

“Kami ingin ada pemerataan, sehingga diterbitkan sejumlah paket kebijakan investasi. Kami ingin porsinya di luar Jawa bisa lebih dari 50%,” ujarnya di Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (19/7/2018).

Dia menjelaskan selain Sumatra yang hanya di kisaran 20%, porsi investasi di wilayah timur bahkan jauh lebih rendah, yakni hanya 13%. Sedangkan Jawa mendapatkan investasi hingga 62% dari total investasi yang masuk ke Tanah Air.

Yuliot mengemukakan untuk mengejar pemerataan investasi itu, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang idealnya dapat mempermudah laju distribusi investasi.

Sayangnya, menurut dia, kebijakan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh kalangan pengusaha di daerah.

“Ada banyak pemberian insentif investasi. Tetapi, pengusaha di daerah terbatas memanfaatkannya,” tuturnya.

Yuliot menuturkan beberapa kebijakan itu, seperti fasilitas tax allowance, fasilitas mini tax holiday di mana investasi di bawah Rp 1 miliar dibebaskan dari pajak penghasilan untuk jangka waktu tertentu, serta berbagai kebijakan lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Heri Faisal

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper