Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Aklamasi, Teguh Widodo Pimpin Serikat Pekerja Industri Semen

Ketua SP PT Indocement Tunggal Prakarsa Citeureup Teguh Widodo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum FSP ISI periode 2018-2021.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 20 Juli 2018  |  01:03 WIB
Aklamasi, Teguh Widodo Pimpin Serikat Pekerja Industri Semen
Ketua Umum FSP ISI 2015-2018 Widjajadi (kanan) menyerahkan bendera organisasi kepada Ketua Umum terpilih, 2018-2021, Teguh Widodo, seusai kongres V FSP ISI di Padang, Kamis (19/7/2018). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PADANG – Ketua Serikat Pekerja (SP) PT Indocement Tunggal Prakarsa Citeureup Teguh Widodo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) periode 2018-2021.

Kongres Nasional V FSP ISI yang digelar di Padang, Sumatra Barat, itu juga memilih secara aklamasi Sekretaris Umum Kiki Warlansyah yang menjabat Ketua Serikat Pekerja PT Semen Padang.

Keduanya diusung dalam satu paket oleh seluruh delegasi yang merupakan perwakilan 9 perusahaan semen yang tergabung di FSP ISI.

“Langkah awal, kami akan menemui pemerintah dan mendesak moratorium pembangunan pabrik semen baru,” kata Teguh pada Kamis (19/7/2018).

Dia menjelaskan kepengurusan FSP ISI di bawahnya akan melakukan roadshow ke semua pemangku kepentingan di industri semen, mulai dari pemerintah, Asosiasi Semen Indonesia (ASI), dan termasuk menyampaikan aspirasi ke DPR.

Teguh meminta pemerintah memperhatikan kondisi industri semen saat ini yang morat marit karena ketatnya persaingan. Sementara kapasitas produksi industri berlimpah, daya serap pasar justru sangat minim.

“Kami juga minta, pemerintah dorong perusahaan semen yang baru berdiri untuk mengizinkan karyawannya mendirikan serikat pekerja,” ucapnya.

Dia menyebutkan langkah itu merespon banyaknya perusahaan semen baru, terutama asal China yang melarang karyawannya untuk mendirikan serikat pekerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top