4 Juta Bibit Sawit Topaz Seri-3 Disalurkan ke Petani

Hingga Juni 2018, Asian Agri mencatat telah menyalurkan lebih dari empat juta bibit kelapa sawit kepada para petani dan pelaku usaha.
Juli Etha Ramaida Manalu | 17 Juli 2018 20:38 WIB
Managing Director Asian Agri Group, Kelvin Tio sedang memberikan pemaparan pengelolaan kebun kelapa sawit kepada para delegasi negara-negara Uni Eropa di Tungkal Ulu, Jambi (17/4). - Bisnis/Thomas Mola

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga Juni 2018, Asian Agri mencatat telah menyalurkan lebih dari empat juta bibit kelapa sawit kepada para petani dan pelaku usaha.

Bibit yang diproduksi dan disalurkan melalui pusat R&D Oil Palm Research Station (OPRS) Topaz saat ini merupakan bibit Topaz Seri-3 yang didapatkan dari persilangan antara induk Dura Deli terseleksi dengan induk Pisifera yang berasal dari Afrika.

Topaz Seed Senior Breeder Ang Boon Beng menyampaikan pemilihan bibit merupakan kunci untuk memperoleh hasil produksi yang optimal dari perkebunan sawit serta mendukung praktik pengelolaan yang berkelanjutan.

“Program peremajaan yang saat ini gencar dilakukan di berbagai daerah di Indonesia menjadi momentum yang tepat untuk para petani dan pelaku industri kelapa sawit lainnya agar tidak salah dalam memilih bibit untuk ditanam mengingat saat ini banyak bibit kelapa sawit palsu yang dijual melalui media online”, ujar Ang melalui keterangan resminya hari ini, Selasa (17/7/2018).

Bibit Topaz Seri-3 ditargetkan dapat menghasilkan lebih dari 35 ton tandan buah segar (tbs0 per hectare (ha)  per tahun dengan rendemen di atas 26% serta mampu menghasilkan CPO lebih dari 9 ton per ha per tahun.

Hasil ini kata Ang memberikan peningkatan sebesar 3 kali lipat dibandingkan dengan bibit kelapa sawit pada umumnya.

Selain dapat memberikan produktivitas yang tinggi, bibit ini juga diklaim lebih tahan terhadap penyakit tanaman sawit (ganoderma).

“Kami menghimbau kepada para petani untuk meneliti terlebih dahulu sumber dari benih yang akan dibeli untuk menghindari pembelian bibit palsu karena akan memberikan dampak jangka panjang terhadap hasil produksi dari bibit tanaman tersebut,” tambahnya.

Dia melanjutkan bahwa mayoritas perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang saat ini sedang memasuki masa peremajaan perlu diimbangi dengan pengadaan bibit unggul untuk mendukung kualitas dan kuantitas produksi minyak sawit nasional.

Target peremajaan yang mencapai 185.000 hektar oleh Pemerintah Indonesia di 2018 membutuhkan setidaknya 27 juta bibit kelapa sawit berkualitas untuk mendukung kelancaran program ini.

Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia dinilai mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan akan bibit untuk ditanami melalui produsen-produsen bibit kelapa sawit yang ada saat ini.

Tag : perkebunan kelapa sawit, asian agri
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top