Accommindo dan Smailing DMC Jalin Kemitraan Garap Konten Perjalanan 10 Bali Baru

Konsultan komunikasi Accommindo bekerja sama dengan Smailing DMC dalam pengembangan konten perjalanan untuk 10 destinasi wisata unggulan Indonesia alias 10 Bali Baru.
Annisa Margrit | 05 Juli 2018 11:37 WIB
Wisatawan mancanegara berjemur di pantai Kuta yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (31/8). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsultan komunikasi Accommindo bekerja sama dengan Smailing DMC dalam pengembangan konten perjalanan untuk 10 destinasi wisata unggulan Indonesia alias 10 Bali Baru.

CEO Smailing DMC Jason Lim mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menciptakan minat atas sepuluh tujuan wisata tersebut. Pihaknya mengaku memiliki 95 tenaga profesional asing dan lokal yang berbasis di Bali serta Yogyakarta yang dapat mendukung sepuluh destinasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan wisatawan in bound global.

"Peran kami adalah untuk mengembangkan pemasaran konten dengan pengalaman sejati yang informatif, menghibur, dan menginspirasi," paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (5/7/2018).

Smailing DMC dikenal juga dengan Smailing Tour. Adapun Accommindo adalah perusahaan yang berbasis di Bali dan bergerak di konten perjalanan serta perhotelan, branding dan komunikasi. 

Direktur Utama Accommindo Tom O'Brien menyatakan kedua perusahaan akan bekerja sama dengan pemahaman bahwa setiap destinasi memiliki cerita sendiri untuk disampaikan. Selain itu, pendekatan terbaik untuk pemasaran perjalanan adalah untuk mempengaruhi wisatawan dengan peluang untuk menjelajah.

Dia sepakat bahwa pengalaman lokal yang unik menjadi hal yang didambakan para wisatawan saat ini.

Mengutip data The Millenial Traveller Report yang dirilis World Youth Student and Educational (WYSE) Travel Confederation, lebih dari 320 juta perjalanan ke luar negeri akan dilakukan oleh turis berusia muda pada 2020. Jumlah itu naik 47% dari realisasi 2013.

Para wisatawan muda ini tidak puas hanya berada di sekitar pantai dan tidak tertarik dengan tempat wisata. Sebaliknya, mereka akan menginvestasikan uangnya untuk bisa makan di restoran yang keren, festival musik besar, arung jeram, atau mendaki di jalur yang unik yang belum pernah mereka lihat.

Generasi milenial disebut lebih suka melakukan lebih banyak upaya dalam menghemat uang di bagian lain kehidupan mereka dan menggunakannya untuk melakukan aktivitas yang akan memberi pengalaman khusus. Cara yang ampuh untuk menjangkau kalangan ini adalah lewat pemasaran konten.

Baru-baru ini, Accommindo juga meluncurkan blog khusus yang menampilkan kabar terbaru untuk berbagai destinasi wisata di Indonesia, yang bernama thenextten.com.

O'Brien mencontohkan bagaimana industri film Thailand bisa membantu menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan industri pariwisatanya. Film "The Beach" yang dirilis pada 2000 dinilai sukses mendorong pertumbuhan wisatawan ke Bangkok dan pulau-pulau di selatan negara itu.

Film "Eat, Pray, Love" yang mengambil setting di Bali juga dinilai berhasil mengukuhkan perhatian yang lebih luas kepada Pulau Dewata.

"Indonesia adalah negara film sejati dengan latar belakang dramatis yang luar biasa, beragam budaya, sejarah, dan monumen-monumen megah," tambahnya.

Adapun sepuluh destinasi wisata unggulan yang telah ditetapkan pemerintah adalah Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur, Gunung Bromo, Mandalika, Pulau Komodo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.

Tag : destinasi wisata
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top