Perusahaan Multinasional Jadi Target Pasar Operator Coworking Space

Dengan bisnis coworking space sebagai pendorong permintaan perkantoran ke depannya, maka perusahaan multinasional adalah target pasarnya.
Anitana Widya Puspa | 04 Juli 2018 18:09 WIB
Ruang kantor Plug and Play. - Media / Plug and Play Tech Center

Bisnis.com, JAKARTA—Dengan bisnis coworking space sebagai pendorong permintaan perkantoran ke depannya, maka perusahaan multinasional adalah target pasarnya.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan para penyewa dari perusahaan multinasional ini lebih menyukai waktu dan luas ruang sewa yang lebih fleksibel.

Ferry menambahkan kehadiran coworking memang bisa memberi ancaman terhadap sistem sewa gedung konvensional, tapi bukan sebagai hal yang serius, karena pada dasarnya kebutuhannya dengan perkantoran konvensional berbeda.

“Di satu sisi kondisi pasok Perkantoran konvensional tersedia banyak,sehingga  tetap bisa membantu perkantoran supaya tumbuh lebih banyak lagi,” katanya Rabu (4/7/2018).

Salah satu penyedia ruang kerja bersama, EV Hive pun mencoba melakukan rebranding dan  berganti nama menjadi COCOWORK untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Nama tersebut diambil dari community, collaboration dan workspace yang merupakan aspek utama dari coworking space.

Carlson Lau, CEO dan Co-Founder COCOWORK mengatakan rebranding ini merupakan  langkah awal dari ekspansi COCOWORK, sebagai jaringan coworking space terbesar di Indonesia, untuk menghadirkan lingkungan kerja yang fleksibel dengan komunitas yang  membangun di kota-kota besar lain di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kami percaya dengan wajah  dan identitas baru ini akan lebih merepresentasikan kami dengan jelas dan lebih inklusif sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan. Perusahaan kami berakar di dunia startup, tapi kami percaya bahwa konsep coworking bisa berguna dan relevan untuk bisnis-bisnis lain di Indonesia,”katanya.

Komitmen COCOWORK untuk mendukung perkembangan ekonomi dan bisnis di Indonesia didukung dengan kerjasama yang dilakukan dengan Pemprov DKI Jakarta melalui pembangunan JSCHive by COCOWORK dan komunitas Gue Startup Jakarta (GSJ).

Setiaji selaku Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta mengatakan dengan rebranding EV Hive menjadi COCOWORK, perusahaan berharap semakin banyak warga Jakarta yang dapat mempergunakan jaringan ruang kerja bersama yang ada untuk lebih terpacu untuk berkomunitas sekaligus berkolaborasi.

Saat ini COCOWORK telah menjadi pemimpin pasar di Indonesia dengan 21 lokasi di Jakarta dan Medan, mengelola lebih dari 3000 anggota yang terdiri dari 260 perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ruang kantor

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top