Indonesia Kehilangan Rp56 Triliun Akibat Buruknya Sanitasi Gedung

PT IAPMO Group Indonesia mengklaim Indonesia kehilangan Rp56 triliun akibat buruknya fasilitas sanitasi dan sistem plambing yang tersedia.
Finna U. Ulfah | 04 Juli 2018 17:00 WIB
Siluet gedung perkantoran dan apartemen saat matahari terbenam, di Jakarta, Rabu (29/3). - REUTERS/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – PT IAPMO Group Indonesia mengklaim Indonesia kehilangan Rp56 triliun akibat buruknya fasilitas sanitasi dan sistem plambing yang tersedia.

Senior Vice President IAPMO Group Indonesia Shirley Dewi mengatakan kehilangan uang tersebut terutama berasal dari sektor pariwisata.

“Banyak turis yang merasa terugikan akibat fasilitas sanitasi yang buruk yang disediakan oleh sektor pariwasata tersebut sehingga perlu diperbaiki” ujar Shirley di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Fasilitas sanitasi dan sistem plambing yang buruk, kata Shirley, masih banyak ditemui di Indonesia, tak terkecuali hotel yang memiliki bintang lima sekalipun

IAPMO Group Indonesia sebagai lembaga peniliaian kesesuaian dan fasilitator pengujian produk plambing khusus untuk Indonesia, kembali menegaskan pentingnya sanitasi dan sistem plambing yang baik.

Sebagai informasi, plambing adalah sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan pemasangan pipa dan peralatannya di dalam bangunan gedung mencakup air hujan, air limbah, dan air minum yang dihubungkan dengan sistem kota atau yang dibenarkan.

Shirley mengimbau untuk pengembang dan masyarakat untuk selalu menggunakan produk plumbing yang berkualitas dan sesuai standar.

“Jangan asal produk yang murah, beli keran atau pipa yang penting murah tapi tidak tahu ternyata ada kandungan timbalnya sehingga air yang dikeluarkan bisa berbahaya akibatnya bisa kanker,” papar Shirley.

Tag : kesehatan, sanitasi
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top