Paramount Land Tak Agresif Jual Lahan Komersial

Paramount Land tak memprioritaskan penjualan kavling lahan komersial kendati tingkat permintaan cukup tinggi.
Anitana Widya Puspa | 27 Juni 2018 17:52 WIB
Paramount Land - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Paramount Land tak memprioritaskan penjualan kavling lahan komersial kendati tingkat permintaan cukup tinggi.

Associate Director PT Paramount Land, M. Nawawi mengatakan saat ini selain melakukan penjualan hunian, penjualan perusahaan juga terdorong oleh lahan komersial.

Dia menjelaskan sejak akhir tahun lalu dan awal tahun ini penjualan lahan kavling mampu berkontribusi sekitar 10%-15% dari nilai penjualan. Dia menekankan kendati masih banyak permintaan, perusahaan tidak akan fokus pada penjualan lahan komersial. Dengan demikian tidak ada target spesifik yang masuk untuk penjualan lahan komersial tahun ini.

Nawawi nengungkapkan minat pembelian lahan di Gading Serpong tergolong tinggi karena harganya dirasa masih cukup murah yaitu Rp20 juta per meter persegi dengan kawasan hunian yang matang.

"Belum ada deal baru dan besar lagi untuk kavling lahan. Karena untuk lahan kami selektif. Kami baru sepakat jika ada pembeli yang memang akan mendatangkan nilai tambah bagi kawasan," jelas Nawawi.

Hingga kini Paramount telah menjual lahan kavling ke beberapa perusahaa diantaranya sekitar 3.500 m2 kepada British Petroleum untuk pembangunan SPBU, seluas 3.000 m2 untuk sektor makanan seperti AW dan Warung Sunda. Serta seluas 3.000 m2 kepada perusahaan otomotif Harley Davidson, dan sekitar 3.000 m2 kepada Wuling Motor.

Secara garis besar, permintaan lahan komersial juga banyak datang dari industri otomotif. Menurutnya otomotif berkembang sangat cepat di Gading Serpong dalam lima tahun terakhir dan sudah hampir semua perusahaan otomotif masuk kesana. Selain otomotif, bisnis yang banyak berkembang adalah makanan dan minuman.

Paramount pun masih memiliki cadangan lahan sekitar 400 ha yang difokuskan pada pengembangan residensial

Adapun selama lima bulan pertama tahun ini, perusahaan telah meraup marketing sales atau penjualan pemasaran hampir Rp 1 triliun.

Penjualan tersebut di luar ekspektasi Paramount dan telah mengambil porsi 40% dari total target marketing sales yang telah ditetapkan tahun ini senilai RpRp 2,5 triliun.

Berbekal raupan nilai penjualan  yang memuaskan, Paramount Land optimistis mencapai target akhir tahun ini. Apalagi sejumlah strategi juga telah disiapkan.

Misalnya saja untuk menarik minat calon konsumen, Paramont membangun rumah contoh di kluster-kluster perumahan yang dipasarkan. Lewat rumah contoh calon konsumen bisa melihat gambaran rumah yang akan mereka beli dan lebih cepat dalam memutuskan pembelian hunian yang dikehendaki.

Paramount diantaranya tengah memasarkan klaster Latigo Village yang dijual dengan harga Rp 1,5 miliar per unit dan Menteng Village yang dijuala dengan harga mulai Rp 3,09 miliar per unit.

Selain itu perusahaan juga telah menggelar program promo pada kuartal I/2018 dengan menawarkan subsidi uang muka sehingga cukup dengan uang muka (Down Payment/DP) 5% untuk bisa membeli hunian di Gading Serpong.

"Kami berikan subsidi DP dan ternyata program itu direspons sangat baik oleh pasar," tekannya.

Tag : lahan, kavling
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top