Ini Alasan Waskita Toll Road Enggan Operatori Jalan Tol

Banyak memiliki proyek dan konsesi jalan tol baru tak membuat PT Waskita Toll Road serakah. Anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) itu membuka peluang pengelolaan sejumlah konsesi jalan tol miliknya yang akan beroperasi dalam waktu dekat untuk dikelola badan usaha lain.
Irene Agustine | 25 Juni 2018 06:19 WIB
Jalan tol Becakayu ruas RS Harum-Sumber Artha di Jakarta, Jumat (16/6). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA — Banyak memiliki proyek dan konsesi jalan tol baru tak membuat PT Waskita Toll Road “serakah”.

Anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) itu membuka peluang pengelolaan sejumlah konsesi jalan tol miliknya yang akan beroperasi dalam waktu dekat untuk dikelola badan usaha lain.

Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan bahwa rencana tender pengelolaan jalan tol kepada vendor tersebut dinilai lebih efisien untuk kelanjutan bisnis ketimbang melakukan swakelola.

Dengan menyerahkan kepada vendor, nantinya Waskita Toll Road selaku pemilik konsesi akan memberi fee kepada vendor dalam bentuk kontrak pengelolaan.

“Rencananya untuk tol-tol yang akan beroperasi sehingga di BUJT [badan usaha jalan tol] tidak perlu gemuk organisasinya cukup ada general manager yang membawahi itu dan ada vendornya,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (24/6).

Dalam waktu dekat, Herwidiakto memastikan bahwa pengelolaan jalan tol Ciawi—Sukabumi yang rencananya beroperasi pada Oktober tahun ini dikelola oleh anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., yakni PT Jasa Marga Tollroad Operator.

“Yang sudah pasti Ciawi—Sukabumi itu Jasa Marga Tollroad Operator yang menang. Ini sudah ada 8 bulan persiapan sebelumnya,” ujarnya.

Setelah ruas Ciawi—Sukabumi, lanjutnya, sebagian ruas tol Pemalang—Batang akan beroperasi dalam waktu dekat dan ditawarkan kepada vendor untuk dikelola.

Saat ini, jalan tol Pemalang—Batang seksi Sewaka—Simpang Susun (SS) Pemalang sepanjang 5,20 kilometer (km) tengah dalam proses uji laik operasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol.

Setelah proses uji laik operasi selesai, jalan tol tersebut akan mengantongi sertifikat laik operasi yang menjadi dasar legal operasional tol.

“Kami akan undang vendor operator untuk penawaran, bukan hanya Jasa Marga yang punya operator. Di CMNP [PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.] juga punya, Astratel juga punya, kami akan lihat mana yang paling kompetitf,” jelasnya.

Herwidiakto menjelaskan bahwa pengelolaan tol Pejagan—Pemalang seksi SS Brebes Timur—Sewaka yang juga tengah menunggu sertifikat laik operasi, tidak akan ditawarkan kepada vendor karena kontrak pengelolaannya menyatu dengan ruas tol Pejagan—Pemalang secara keseluruhan yang sudah beroperasi lebih dulu.

Menurutnya, seluruh pengeloaan ruas tol yang dimiliki Waskita Toll Road sebelumnya selalu dilakukan swakelola. Pengecualian hanya untuk jalan tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu (Becakayu) yang pengelolaannya dilakukan semiswakelola. Artinya sebagian pengelolaan dilakukan perusahaan dan sebagian lain dikerjakan vendor.

Tag : jalan tol, tol becakayu, waskita toll road
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top