Pilot Asing Protes Temukan Balon Liar di Langit Jawa

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia menagetkan tahun depan seluruh balon udara liar bisa dikendalikan lewat penyelenggaraan festival. Sejauh ini, AirNav sudah mendapat keluhan dari sejumlah pilot terkait keberadaan balon udara liar di angkasa.
Rivki Maulana | 22 Juni 2018 12:32 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, PEKALONGAN -- Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia menagetkan tahun depan seluruh balon udara liar bisa dikendalikan lewat penyelenggaraan festival. Sejauh ini, AirNav sudah mendapat keluhan dari sejumlah pilot terkait keberadaan balon udara liar di angkasa.

Direktur Utama AirNav, Novie Riyanto mengatakan sejauh ini terdapat 71 laporan dari pilot baik pilot lokal maupun pilot asing terkait penemuan balon liar di jalur penerbangan. Dia menambahkan, pihaknya juga sudah menerbitkan Notam (notice to airmen) kepada pilot untuk bisa menghindari balon udara liar.

Sebagaimana diketahui, balon udara liar berbahaya bagi penerbangan karena bisa bertabrakan dengan pesawat udara sehingga menganggu fungsi aerodinamika dan kemudi. Selain itu, tabrakan dengan balon udara juga mengakibatkan kerusakan serius pada mesin pesawat.

"Yang komplain bukan hanya pilot lokal, tapi juga asing karena wilayah udara kita banyak crossing penerbangan. Mereka komplain keras dan kalau didiamkan sanksinya berat," jelasnya di Pekalongan, Jumat (22/6/2018).

Penggunaan balon udara sudah diatur Kementerian Perhubungan lewat Peraturan Menteri Perhubungan No.40 Tahun 2018. Dalam beleid tersebut, pihak yang melepaskan balon udara secara luar biasa diganjar sanksi 2 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Novie mengatakan, untuk menjamin keselamatan penerbangan, AirNav menggelar festival balon udara di sejumlah kota, antara lain Ponorogo, Wonosobo, dan Pekalongan. Festival balon udara menjadi wahana bagi pelestarian tradisi dan menjaga keselamatan penerbangan. Dalam festival tersebut, balon udara dilepaskan dengan tali tambat sepanjang 150 meter sehingga tidak membahayakan penerbangan.

Tag : AirNav
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top