Festival Balon Bakal Digelar Rutin di Pekalongan

Pemerintah Kota Pekalongan memastikan ajang festival balon udara bakal digelar rutin setiap tahun guna menambah agenda pariwisata dan bakal dipadukan dengan beragam kegiatan lain seperti Festival Lupis dan Festival Batik.
Rivki Maulana | 22 Juni 2018 08:57 WIB
Peserta Festival Balon Udara Pekalongan siap melepas balon udara di Lapangan Kutipan Lor, Pekalongan, Jumat (22/6). Balon ditambat dengan tali sepanjang 150 meter agar tidak membahayakan penerbangan. - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, PEKALONGAN -- Pemerintah Kota Pekalongan memastikan ajang festival balon udara bakal digelar rutin setiap tahun guna menambah agenda pariwisata dan bakal dipadukan dengan beragam kegiatan lain seperti Festival Lupis dan Festival Batik.

Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengatakan festival balon udara berpotensi menarik animo masyarakat karena sudah jadi tradisi masyarakat Kota Batik dalam merayakan Idulfitri. Terlebih, festival juga menjadi wahana pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat. 

"Ini menjadi sejarah baru bagi Pekalongan. [Pelepasan] balon udara memang sudah jadi tradisi, tapi kita juga perlu mengutamakan keselamatan penerbangan," ujarnya selepas membuka Java Balloon Festival 2018 di Lapangan Kuripan Lor, Pekalongan, Jumat (22/6/2018).

Saelany menyadari pelepasan balon udara tanpa awak menyimpan potensi bahaya. Pasalnya, balon udara liar bisa mengganggu keselamatan penerbangan.

Untuk itu, dia mendukung kegiatan festival balon udara yang mana balon tidak dilepas, tapi ditambat menggunakan tali sepanjang 150 meter.

Hari ini, sebanyak 35 balon udara dilepas dengan kendali di Lapangan Kuripan Lor. Masyarakat sudah berdatangan ke lapangan sejak pukul 06.00 WIB.

Acara ini sudah berlangsung sejak Kamis (21/6). Selain di Pekalongan, acara serupa juga digelar oleh Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia di Ponorogo dan Wonosobo.

Direktur Utama AirNav Novie Riyanto menuturkan antusiasme masyarakat dalam festival balon udara menjadi potensi pariwisata baru di Pekalongan.

"Ini sangat atraktif, kalau dikumpulkan di satu lokasi kan lebih banyak manfaatnya," ungkapnya.

Novie melanjutkan festival balon udara juga menjadi solusi bagi pelestarian tradisi dan menjaga keselamatan penerbangan. Sebagaimana diketahui, balon udara tanpa awak sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan karena bisa bertabrakan dengan pesawat sehingga mengganggu fungsi pesawat.

 

Tag : festival, AirNav
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top