WHO Beroperasi Agustus, Berkantor di Gama Tower

Gama Land memastikan bahwa WHO (World Health Organization),organisasi kesehatan dunia yang berada di bawah nauangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), akan mulai beroperasional pada Agustus di Gama Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.
Anitana Widya Puspa | 22 Juni 2018 20:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Gama Land memastikan bahwa WHO (World Health Organization),organisasi kesehatan dunia yang berada di bawah nauangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), akan mulai beroperasional pada Agustus di Gama Tower,  Kuningan, Jakarta Selatan.

Gama Tower telah dinobatkan oleh Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Perkotaan atau Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), sebagai bangunan tertinggi di Indonesia.

Cemindo Tower, juga dikenal sebagai Gama Tower, adalah sebuah pencakar langit dengan ketinggian arsitektural 288,6 meter dan pucuk 310 meter, dengan 69 lantai di Jakarta. Konstruksi bangunan ini selesai pada 2015.

Sebelum Gama Tower ada Wisma 46 yang sebelumnya meyandang predikat bangunan tertinggi di Jakarta. Pencakar langit setinggi 262 m (hingga pucuk antena) yang terletak di komplek Kota BNI Jakarta Pusat, Indonesia. Menara perkantoran bertingkat 46 ini selesai tahun 1996 yang dirancang oleh Zeidler Roberts Partnership (Zeidler Partnership Architects) dan DP Architects Private Ltd.

Direktur Gamaland Dicky Iksan Soetikno mengatakan WHO menyewa satu lantai dengan luasan 1.500 meter persegi di gedung perkantoran yang menyandang predikat sebagai pencakar langit tertinggi di Indonesia. Menurutnya dengan beroperasionalnya WHO akan memberikan nilai tambah bagi Gama Tower dan keberagaman tenan.

Selain 7 lantai yang terisi penuh oleh usaha dari Gama Corporation, para penyewanya juga bervariasi industrinya dengan mayoritas perusahaan lokal.

“Saat ini tenan penyewa [di Gama Tower] dari beragam sektor, namun mayoritas perusahaan lokal. Sehingga masuknya WHO, merupakan kabar baik,” katanya kepada Bisnis Jumat (22/6/2018).

Joy D Lango, Senior General Manager Sales & marketing PT Cempaka Sinergy Realty,salah satu anak usaha Gama Land juga mengungkapkan gedung perkantoran yang masuk dalam Grade A itu rata-rata mematok tarif sewa Rp280.000 meter persegi. Menurutnya memang tak mudah saat ini menawarkan ruang perkantoran di tengah kondisi kelebihan pasokan. 

Kondisi kelebihan pasokan lanjut dia menyebabkan penyewa memang memegang kendali terhadap penawaran tarif sewa dari pemilik bangunan. Rata-rata saat ini tingkat keterisian Gama Tower telah mencapai 60%.

Tag : who
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top