PERANG DAGANG AS-CHINA: Saling Balas Tarif, Ini Kata Pelaku Pasar

Rencana pengenaan tarif impor atas sejumlah produk antara Amerika Serikat dan China telah diumumkan, dan posisinya berimbang yaitu membidik transaksi barang sebesar US$50 miliar.
Linda Teti Silitonga | 18 Juni 2018 05:28 WIB
China dan AS saling berbalas rencana pengenaan tarif impor. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA— Rencana pengenaan tarif impor atas sejumlah produk antara Amerika Serikat dan China telah diumumkan, dan posisinya berimbang yaitu membidik transaksi barang sebesar US$50 miliar.

China menyiapkan daftar barang yang akan dikenaik tarif yang diumumkan Jumat, meski Presiden AS Donald Trump mengemukakan akan memberi tarif tambahan jika Tiongkok melakukan aksi balas atau retaliasi.

China mengumumkan daftar tersebut setelah pemerintahan Trump mengatakan tarif baru pada impor produk asal China akan berlaku mulai tanggal 6 Juli 2018.

Genderang perang tarif berlanjut, meski China sebelumnya telah menunjukkan kesediaan untuk membuat kesepakatan menyusutkan surplus perdagangannya dengan AS seperti yang diinginkan Trump.

"Orang China melihat ini sebagai latihan (menghadapi pukulan), yang berarti bahwa negara yang memenangkan perang perdagangan adalah negara yang dapat menahan rasa sakit," kata Andrew Polk, pendiri perusahaan riset Trivium China seperti dikutip Bloomberg, Senin (18/6/2018).

Sejumlah pihak lainnya juga angkat bicara terkait aksi balas tarif impor antara China dan AS.

"Kita bisa berbahaya mendekati perang dagang semacam itu," kata Jack Reed, dari Demokrat di senat Komite Angkatan Bersenjata seperti dikutip Bloomberg.

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top