Ini Alasan Pramugari Selalu Senyum Ramah dan Menatap Lekat ke Penumpang

Senyuman awak kabin tak sekadar menunjukkan keramahan untuk membuat citra terbaik atas pelayanan maskapai tempat ia bekerja. Mereka sebetulnya sedang mematai-matai calon penumpang yang akan terbang bersama mereka.
Nugroho Nurcahyo | 17 Juni 2018 18:17 WIB
Ilustrasi pramugari pesawat charter. - IG/@megajelitas

Bisnis.com, JOGJA—Saat pramugari menyambut penumpang di pintu pesawat dengan senyum ramah, mereka ternyata tak sekadar menyapa. Sebetulnya mereka sedang mematai-matai calon penumpang yang akan terbang bersama mereka.

Salah satu yang sangat mereka perhatikan adalah penumpang-penumpang bertubuh kuat. Dilansir dari Dailymail, mantan pramugari yang telah bekerja di dunia penerbangan selama 25 tahun, Gaea Peregrinor menulis di situs Quora tentang apa yang harus dilakukan pramugari selama penerbangan, khususnya soal “memata-matai” penumpang. Apa saja yang mereka lakukan sekaligus saat mengamati Anda?

 

1. Memberi impresi terbaik

Pertama, pramugari harus memberikan impresi terbaik yang bisa mengesankan mereka hangat, melayani dengan tulus dan kompeten. Banyak penumpang grogi saat penerbangan pertama mereka. Memberikan senyum ramah sambil menatap hangat adalah satu-satunya cara membuat penumpang tak lagi tegang dan khawatir dengan pengalaman pertama penerbangan.

 

2. Mengecek apakah Anda mabuk

Mereka juga dilatih mengetahui apakah Anda akan membuat masalah selama penerbangan. Jika Anda tampak mabuk, atau membawa alkohol di tas jinjing, ia akan menyarankan minuman itu agar ditinggal dan tak dibawa ke kabin.

Dan jika mereka mendapati anda mabuk, pramugari kemungkinan berpikir bagaimana tetap bisa menangani dengan terbaik. Pramugari akan bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana sebaiknya saya bersikap dengan orang ini, Bagaimana jika sekalian ditendang dari pesawat?”

Kendati jarang terjadi, beberapa penumpang datang dalam kondisi mabuk dan begitu kasar kepada kru kabin. Ini biasanya akan berakhir dengan si penumpang diusir dari pesawat sebelum tinggal landas.

 

Penumpang dengan badan berotot dan kuat akan dijadikan perhatian khusus pramugari dan mereka akan mengingat-ingat di mana penumpang itu duduk.

 

3. Mengamati kondisi fisik

Penumpang dengan badan tampak berotot dan kuat akan dijadikan perhatian khusus pramugari. “Jika saya mendapati pria berotot, kuat dan secara fisik fit, saya akan mengingat-ingat wajahnya, dan memperhatikan di mana dia duduk. Ini akan menjadi sumber daya saya jika dibutuhkan. Jika situasi darurat dan membutukan bantuan khusus, saya akan meminta bantuan kepadanya.”

Selain itu, para pramugari juga memberikan perhatian lebih kepada penumpang penyandang disabilitas. Jika mereka mungkin duduk di dekat pintu darurat, para pramugari akan memindahkan posisi mereka ke kursi yang lain.

 

4. Mencari tahu apakah Anda bisa berbahasa Inggris

Jika seorang penumpang tak bisa berbicara dalam Inggris, mereka bakal tak paham perintah-perintah kru kabin. Mereka akan menjadi tak berguna dalam situasi darurat dan juga tak bisa memahami papan-papan tanda seperti Exit. Sehingga pramugari biasanya menyarankan agar tak duduk di posisi krusial di pesawat, seperti di dekat pintu darurat.

 Pramugari Airasia menyambut di pintu masuk pesawat. (IG: @pujiamelia)

 5. Mengecek jika Anda juga seorang awak pesawat

“Saya akan berusaha mengenali jika kami punya penumpang yang juga pekerja di maskapai penerbangan. Mereka adalah sumberdaya tak ternilai bagi kami, dan kami akan menandai di mana mereka duduk.”

Contoh kejadian penerbangan yang jatuh di Sioux Kota Iowa pada 1989. Saat pilot berjuang mendaratkan pesawat dengan sebaik mungkin, di saat sama kepala pramugari ingat ada seorang pilot duduk sebagai penumpang. Dia meminta bantuan si pilot dan si pilot berhasil memandu pesawat mendarat dengan aman sehingga berhasil menyelamatkan puluhan nyawa.

 

6. Membayangkan tempat tidur

Saat pramugari tersenyum ramah menyapa penumpang turun dari pesawat mengucapkan terima kasih, sebetulnya saat itu ia tengah memikirkan melepaskan kepenatan di hotel yang nyaman. Atau bisa jadi dia sedang membayangkan makanan terenak yang ingin dia santap sebelum melayani penumpang di penerbangan berikutnya.

Tag : tips mengemudi
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top