PLTU MULUT TAMBANG, PLN Akan Segera Tuntaskan Proyek PLTU Mulut Tambang 800 MW Tahun Ini

Setelah sempat tertunda, PT PLN (Persero) akan segera menuntaskan kontrak jual beli (power purchase agreement/PPA) beberapa proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan skema mulut tambang atau mine to mouth.
Denis Riantiza Meilanova | 10 Juni 2018 19:41 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan PLTU di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah sempat tertunda, PT PLN (Persero) akan segera menuntaskan kontrak jual beli (power purchase agreement/PPA) beberapa proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan skema mulut tambang atau mine to mouth.

Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan rencananya ada empat proyek PLTU mulut tambang yang akan segera tandatangan PPA pada semester kedua tahun ini. “Perkiraan sih September paling lama,” ujar Iwan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Keempat proyek PLTU mulut tambang tersebut, antara lain berada di satu Kalimantan Barat, dua di Kalimantan Timur, dan satu di Kalimantan Selatan Tengah (Kalselteng). Masing-masing pembangkit memiliki kapasitas sebesar 200 megawatt (MW).

Sebelumnya, perseroan merencanakan akan menyelesaikan PPA 19 proyek PLTU mulut tambang pada tahun lalu. Beberapa proyek tersebut antara lain, PLTU Mulut Tambang Jambi Tahap 1 dengan kapasitas 2x300 MW, PLTU Mulut Tambang Kalselteng 3 200 MW, PLTU Mulut Tambang Kaltim 5 500 MW, PLTU Sumsel-1 300 MW, Banyuasin 240 MW, dan Sumbagsel-1 berkapasitas 300 MW.

Selain itu, PLTU Mulut Tambang Riau-1, Sumsel-6, dan Sumatra 1 dengan kapasitas masing-masing sebesar 600 MW. Kemudian Sumsel mulut tambang (ekspansi) sebesar 350 MW, Jambi 1.200 MW, dan Sumsel-8 1.200 MW.

Sisanya, di Kalimantan terdapat tujuh pembangkit, yakni Kalselteng 3, Kalselteng 4, Kalselteng 5, Kaltim 3, Kaltim 5, dan Kaltim 6 dengan kapasitas masing-masing 200 MW juga Kaltimra sebesar 400 MW.

Iwan menuturkan lamanya proses PPA proyek-proyek tersebut lantaran perseroan ingin memastikan perizinan terkait lahan tambang yang menjadi lokasi pembangkit tidak bermasalah.

“Kalau mulut tambang itu, tambangnya harus clean and clear. Pokoknya jangan sampai masalah karena kan nggak bisa pindah,” kata Iwan.

Selain itu, Iwan mengungkapkan PLN juga baru saja meneken PPA dua PLTU mulut tambang di Sumatra, yakni PLTU mulut tambang Banyuasin 240 MW dan Sumbagsel-1 berkapasitas 300 MW. PPA kedua pembangkit tersebut ditandatangani pada akhir Mei lalu.

Tag : pltu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top