Manfaatkan Asian Games 2018, HBDI Targetkan Penjualan Rp72 Triliun

Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia menargetkan kenaikan penjualan toko ritel saat Hari Belanja Diskon Indonesia pada pelaksanaan Asian Games 2018 mencapai 20% dibandingkan dengan capaian tahun lalu.
Rayful Mudassir | 09 Juni 2018 07:20 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya (dari kiri), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (persero) Tbk. Sulaiman A. Arianto, mengunjungi stan Bank Mandiri seusai pembukaan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) di Jakarta, Selasa (15/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia menargetkan kenaikan penjualan toko ritel saat Hari Belanja Diskon Indonesia pada pelaksanaan Asian Games 2018 mencapai 20% dibandingkan dengan capaian tahun lalu. 

Pada pelaksanaan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2017, omzet yang tercatat mencapai sekitar Rp60 triliun.

Tahun ini, pelaksanaan HBDI akan berlangsung pada 8 Agustus-2 September. Jadwal ini berbarengan dengan agenda Asian Games 2018 yang berpusat di Jakarta dan Palembang.

HBDI akan berlangsung serentak di seluruh Indonesia dan diikuti sekitar 400 brand anggota Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo).

Ketua Hippindo Budiharjo Iduansjah mengatakan pihaknya akan memusatkan HBDI di Palembang serta Jakarta, dan menggelar pusat bazar di Palembang. Kegiatan ini dinilai dapat menjadi pendongkrak pembelian masyarakat di ritel modern saat teradi kelesuan daya beli di waktu menjelang akhir tahun.

“Agustus itu bulan sepi. Dengan adanya HBDI akan mendongkrak pembelian masyarakat sekitar Rp72 triliun karena bertepatan dengan Asian Games 2018,” ujarnya di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat (8/6/2018).

Saat ini, Hippindo memiliki anggota dari 400 brand. Hal ini memudahkan masyarakat untuk menikmati diskon besar-besaran di seluruh Indonesia.

Apalagi, Agustus juga berbarengan dengan HUT ke-73 RI. Pelaku usaha diyakini akan memberikan diskon besar mencapai 73% untuk meningkatkan minat beli masyarakat.

Tenant pakaian diperkirakan akan meraup pertumbuhan pendapatan hingga 50% dari realisasi HBDI 2017. 

Khusus di Palembang, bakal digelar Sriwijaya Great Sale untuk mengerek penjualan. Diskon besar-besaran itu bakal diikuti sejumlah kegiatan lainnya untuk menarik minat masyarakat, seperti Sriwijaya Carnival, Pempek Expo, Festival Kuliner Khas, serta Songket dan Designer Expo.

Di samping itu, pemerintah ikut memanfaatkan momen ini dengan meluncurkan program Value Added Tax (VAT) Refund, di mana turis mancanegara yang melakukan belanja menggunakan paspor akan mendapat pengembalian PPN 10% saat berada di bandara.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menuturkan terselenggaranya HBDI memacu daya beli masyarakat untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“HBDI merupakan kesempatan emas bagi anggota Hippindo yang bergerak di sektor ritel, kuliner, dan hiburan untuk menggali potensi pasar secara maksimal serta menggairahkan sektor perdagangan dan periwisata sehingga dapat mendorong peningkatan pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tukasnya.

Tag : ritel
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top