Ini Alasan Pengelola Jalan Tol Becakayu Beri Diskon Tarif Lebih Besar

Dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, pengelola jalan tol BekasiCawangKampung Melayu atau Becakayu akan memberi diskon tarif sebesar 28% pada periode 823 Juni 2018.
Irene Agustine | 31 Mei 2018 20:08 WIB
Presiden Jokowi resmikan tol Becakayu - Bisnis/Irene Agustine

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, pengelola jalan tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu atau Becakayu akan memberi diskon tarif sebesar 28% pada periode 8—23 Juni 2018.

Diskon tersebut lebih besar dari rata-rata diskon yang diberikan oleh badan usaha sebesar 10% pada periode 13—14 Juni, 15—17 Juni, dan 18—19 Juni.

Dalam kondisi normal, jalan tol Becakayu seksi 1B dan 1C dari keseluruhan seksi 1 Kasablanka—Jakasampurna yang telah beroperasi sejak November 2017 dikenakan tarif Rp14.000. Dengan diskon tersebut, nantinya pengguna jalan hanya perlu membayar Rp10.000.

Direktur Utama PT Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk promosi pengguna jalan untuk melewati ruas tersebut.

Apalagi, saat ini operasional ruas seksi 1 tersebut masih parsial, belum sampai keluar pintu tol Pasar Gembrong/Kasablanka sehingga momen libur Lebaran dinilai pas untuk menerapkan diskon tersebut.

"Saat ini kan [Becakayu] masih operasional parsial tapi tarif kan tak boleh berkurang. Sekarang kami ada kesempatan diskon karena ada momen Lebaran, promosi jelas toh," kata Herwidiakto saat ditemui di Kementerian PUPR, Kamis (31/5/2018).

Herwidiakto menuturkan bahwa jangka waktu pemberlakuan yang panjang dan besarnya diskon yang diberikan dinilai tidak akan membebani badan usaha.

Pasalnya, Becakayu merupakan jalan tol yang terletak di Jabodetabek sehingga pada libur Lebaran akan sepi karena mayoritas pengguna jalan akan melakukan mudik ke luar Jakarta.

"Jabodetabek kalau Lebaran relatif sepi jadi sudah kami hitung selisihnya dengan warga Jakarta yang keluar kota relatif tidak signifikan, mungkin tidak sampai 5% [dari pendapatan harian Becakayu]," jelasnya.

Herwidiakto mengungkapkan bahwa saat ini lalu lintas harian rata-rata (LHR) di tol Becakayu masih belum mencapai target. Saat ini, LHR baru mencapai 11.000 kendaraan/hari dari target 29.000 kendaraan/hari.

Tag : tol becakayu, mudik lebaran
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top