LIPI Kenalkan Pemanfaatan Karbon Dot

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan karbon dot dari berbagai jenis limbah pasar dan rumah tangga.
Anggara Pernando | 31 Mei 2018 06:17 WIB
Ilustrasi. - .Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan karbon dot dari berbagai jenis limbah pasar dan rumah tangga.

Karbon dot yang memiliki sifat bercahaya dapat dimanfaatkan dalam proses fotokatakis, sensor logam berat, cat berpendar (glowing paint) dan nanopartikel untuk biomedikal seperti bio-tagging. Nanopartikel karbon dot juga dapat dikombinasikan dengan nanopartikel logam sebagai terapi kanker dan penyakit lainnya.

"Karbon dot yang dikembangkan di P2F-LIPI menggunakan teknik sintesis yang menarik. Dengan teknik laser ablasi, yaitu menggunakan laser pulsa berdaya tinggi untuk memecahkan molekul-molekul sehingga menghasilkan material karbon dot dengan ukuran antara 3 hingga 10 nanometer," jelas Isnaeni, peneliti pada Pusat Penelitian Fisika LIPI (P2F-LIPI) dalam pernyataan resmi, Rabu (30/5/2018).

Menurut Isnaeni, P2F-LIPI berhasil memanfaatkan berbagai jenis limbah pasar dan rumah tangga. Dari bahan sisa ini dihasilkan karbon dot yang dapat berpendar mulai dari warna biru hingga merah.

"Dengan memanfaatkan limbah seperti kulit buah, sayur, kulit kacang, makanan sisa dan lainnya, peneliti P2F-LIPI mampu menghasilkan nanopartikel karbon dot yang memiliki sifat berpendar yang beragam," paparnya.

LIPI telah mendaftarkan dua paten dan satu tulisan jurnal internssionsl terkait teknik pemanfaatan karbon dot ini. Paten itu meliputi Paten Terdaftar No. P00201608058 mengenai Nanopartikel Karbon Berpendar dari Bahan Baku Serat Alami dan Metode Pembuatannya Menggunakan Teknik Ablasi.

Selanjutnya, Paten Terdaftar No. P00201708918 mengenai Nanopartikel Karbon Berpendar Berbahan Dasar Gula dan Proses Pembuatannya.

Tag : lipi
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top